Tampilkan postingan dengan label #cahyanti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #cahyanti. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2016

Zat kimia yang terkandung dalam Rokok meskipun kita tahu tetap mengabaikannya

Apa yang Terkandung dalam Asap Rokok - What is Inside Cigarette Smoke
Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, atau 'komponen asap,' juga disebut sebagai 'emisi asap.' Komponen asap yang paling luas dikenal adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida (CO). Selain zat-zat ini, hingga saat ini lebih dari 7.000 zat kimia telah diketahui terkandung dalam asap rokok. Dinas kesehatan masyarakat telah menggolongkan sekitar 70 komponen asap sebagai kemungkinan penyebab penyakit yang terkait dengan merokok, seperti kanker paru, penyakit jantung, dan emfisema.
Komponen asap diukur menggunakan mesin laboratorium. Pada saat ini metode pengujian yang berstandar dan tervalidasi secara internasional hanya tersedia untuk beberapa komponen asap saja, yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida.
Kadar Tar, Nikotin, dan Karbon Monoksida
Kebanyakan perokok dewasa sudah mengenal tar, nikotin, dan karbon monoksida karena banyak pemerintah yang mengharuskan produsen untuk mengukur komponen-komponen ini untuk setiap merek rokok dan mencantumkan hasilnya pada kemasan rokok.
Tar
Tar bukanlah komponen asap yang spesifik, melainkan mengacu kepada partikel-partikel asap yang terukur dalam metode pengujian mesin. Partikel-partikel ini terbuat dari banyak komponen asap, termasuk beberapa komponen yang diyakini oleh otoritas kesehatan masyarakat sebagai kemungkinan penyebab penyakit terkait-merokok seperti kanker paru.
Nikotin
Nikotin adalah zat kimia yang terkandung secara alami dalam tanaman tembakau. Apabila tembakau dibakar, nikotin berpindah ke dalam asap. Nikotin dikenal oleh otoritas kesehatan masyarakat sebagai zat yang menimbulkan kecanduan dalam asap tembakau.
Karbon Monoksida
Karbon monoksida adalah gas yang terbentuk dalam asap rokok. Karbon monoksida dikenal sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung) pada perokok dewasa.
Komponen Asap Lainnya
Ribuan komponen asap lainnya telah diketahui terkandung dalam asap rokok. Selain nikotin dan karbon monoksida, otoritas kesehatan masyarakat telah menggolongkan sekitar 70 di antaranya sebagai kemungkinan penyebab penyakit terkait merokok. Sebagian dari komponen ini adalah arsenik, benzena, benzo[a]pirena, logam berat (timbel, kadmium), hidrogen sianida, dan nitrosamina khusus tembakau.
Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, atau 'komponen asap,' juga disebut sebagai 'emisi asap’.

Kamis, 21 April 2016

Asam Basa

  Asam basa menurut Suante August Arrhenius. Asam adalah senyawa yang dapat memberikan ion hydrogen ( H +) bila dilarutkan dalam air. Asam seperti HCL, HNO3, dan HC2H3O2 denga molekul yang mampu menyumbangkan satu proto kesebuah molekul air disebut asam monoprotik. Karena penyumbangan proton adalah suatu reaksi yang reversible, tiap asam haruslam membentuk basa dengan menyumbang menerima sebuah proton. Kuat relative asam AH dalam larutan air merupakan suatu ukuran dari kecendrungan menyubangkan sebuah proton kepada sebuah molekul air.

Jenis-jenis asam

·            Asam askorbat
·            Asam karbonat
·            Asam sitrat
·            Asam etanoat
·            Asam laktat
·            Asam klorida
·            Asam nitrat
·            Asam fosfat
·            Asam sulfa
Sifat-sifat asam:
§   Korosif,
§   dapat merusak logam dan marmer,
§   Mempunyai rasa asam,
§   Dapat memerahkan kertas lakmus biru,
§   Dapat menetralkan larutan basa,
§   Dapat berupa zat padat, cairan. Dan gas.
§   Menghantarkan arus listrik
§   Bereaksi dengan logam
§   Memiliki nilai pH 0 - 6,9
Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan kedalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-). Dalam air murni terdapat ion H+ dan ion OH- dalam konsentrasi yang sama yang sangat kecil. Jika konsentrasi H+ lebih tinggi dari knsentrasi OH- maka larutan itu bersifat asam. Begitu pula sebaliknya Jika konsentrasi OH- lebih tinggi dari konsentrasi H+, larutan bersifat basa. Larutan air dari garam-garam dapat bersifat asam , basa atau netral bergantung pada garamnya.

Jenis-jenis basa

·            Amonia
·            Kalsium hidroksida
·            Kalsium oksida
·            Magnesium hidroksida
·            Natrium hidroksida

Sifat-sifat basa :
§   Bersifat kaustik,
§   dapat merusak kulit.
§   Memiliki rasa pahit dan licin.
§   Membirukan kertas lakmus merah.
§   Dapat menetralkan larutan asam.
§   Memiliki nilai pH 7,1 – 14

Kamis, 14 April 2016

Apa Rumus Kimia Bensin

Apa Rumus Kimia Bensin


rumus kimia bensin

Bensin Bukan Senyawa

Bensin adalah salah satu bahan bakar minyak yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Bahan bakar ini adalah sejenis campuran bukan senyawa. Jadi rumus kimia dari bensin sebenarnya tidak ada karena yang namanya bensin bukan merupakan suatu senyawa tetapi terdiri dari dua atau lebih senyawa karbon yang dicampur. Campuran pada bensin bukan campuran sederhana seperti pada air atau etanol. Bensin bisa terdiri dari puluhan bahkan ratusan senyawa. Ada campuran berbagai jenis hidrokarbon yang berbeda di dalamnya. Jenis senyawa hidrokarbon yang paling banyak terdapat dalam bensin adalah alkana rantai lurus. Sisanya adalah berbagai macam senyawa hidrokarbon siklis dan aromatik.
Besin secara masal diproduksi melalui distilasi fraksional minyak bumi. Jika beda ladang minyak akan menghasilkan komposisi minyak bumi dan bensin yang berbeda. Misalnya minyak dari ladang minyak di timur tengah akan berbeda dengan minyak yang di dapat dari sumur minyak di Blok Cepu. Minyak mentah tersebut terdiri dari campuran ribuan senyawa kimia. Bensin dipisahkan dari minyak mentah dengan proses penyulingan menurut perbedaan titik didih. Proses pembuatan bensin ini dikenal dengan nama distilasi fraksional. Proses distilasi akan menghasilkan kurang lebih 25% bensin.
Komposisi senyawa dalam bensin sangat beragam. Beda wilayah geografis sumber minyak bumi akan menghasilkan komposisi yang berbeda pula. Berikut tabel komposisi campuran pada bensin pada umumnya.
Jenis SenyawaContohPersentase
Alifatik – Rantai LurusHeptana30% – 50%
Alifatik – CabangIsooktana
Alifatik – SiklisSiklopentana20% – 30%
AromatikEtil benzena20% – 30%
sumber : elmhurst.edu
Jadi dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan tidak ada rumus kimia bensin karena ia adalah campuran dari beberapa senyawa hidrokarbon. Kita mungkin bisa menuliskan rumus kimia dari senyawa-senyawa dalam bensin tapi kita tidak bisa menuliskan rumus kimia dari bensin itu sendiri. Yang bisa kita garisbawahi, bensin adalah campuran yang sebagian besar terdiri dari senyawa hidrokarbon. Sebagian senyawa hidrokarbon yang ada dalam bensin mendidih pada kisaran suhu 50º sampai dengan 200º. Senyawa-senyawa kimia tersebut memiliki 6 sampai dengan 12 rantai karbon untuk setiap molekulnya.

Minggu, 10 April 2016

PERANAN ILMU KIMIA DALAM BIDANG KEDOKTERAN

PENERAPAN ILMU KIMIA DALAM BIDANG KEDOKTERAN
Sejarah KimiaRobert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.
Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Api adalah penuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dimitri Mendeleyev pada tahun 1869.
Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia

    Kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari.Untuk memahami ilmu kimia, maka perlu diketahui asal kata Kimia (inggris: chemistry) yang berasal dari bahasa Mesir Keme yang berarti bumi adalah ilmu yang mempelajari tentang komposisi, stuktur, dan sifat materi, beserta segala perubahan yang menyertai terjadinya reaksi kimia.
Jangkauan kimia tidak hanya mempelajari materi nonhayati tapi juga materi hayati serta proses kimia yang terjadi dalam makhluk hidup itu sendiri baik yang ada di bumi dan luar angkasa.Ilmu kimia juga sering disebut sebagai Sentral Ilmu Pengetahuan. Sebab, ia dipakai, diterapkan, dan dibutuhkan untuk mendukung ilmu pengetahuan yang lain. Banyak sekali bidang-bidang ilmu yang lain terikat dengan ilmu ini, seperti bidang kedokteran, biologi, fisika, lingkungan, forensik, astronomi, farmasi, ilmu bahan, komputer, dan sebagainya.Dalam bidang forensic, digunakan sebagai aplikasi test DNA, bidang farmasi dipergunakan cara sintesis kimia organik, di bidang kedokteran bisa menjelaskan proses metabolisme obat oleh enzim. Dan, proses metabolisme makanan dapat dipelajari di cabang ilmu kimia yaitu biokimia. Analisis komposisi bintang dan benda angkasa yang lain sangat diperlukan oleh bidang astronomi.
Kimia sering disebut sebagai "ilmu andryan" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi . Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
               Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.
             Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.


Tabel Periodik Unsur kimia
Definisi Ilmu Kimia:
Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang :
·              Susunan materi = mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
·              Struktur materi = mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.
·              Sifat materi = mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari materi tersebut.
·              Perubahan materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
·              Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
Dalam hal ini saya akan sedikit menjelaskan bagaimana dan seperti apa penerapan ilmu kimia dalam bidang kedokteran.
Contoh penerapan ilmu kimia dalam ilmu kedokteran:

a. Penerapan ilmu kimia dalam operasi       

Perkembangan ilmu kedokteran dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya memasuki kajian dalam tingkat molekuler.
Ilmu kedokteran molekuler dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dasar molekuler berbagai penyakit. Berbagai kajian molekuler ilmu kedokteran diantaranya adalah Stem Cell, Rekayasa genetik dan salah satu diantarannya adalah Herbal. Herbal yang merupakan produk alami banyak dikaji mekanisme molekuler dalam mengobati penyakit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa herbal indonesia dan herbal dari negara lain sudah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, leukimia, thalassemia dll. Hanya saja mekanisme kerja senyawa aktif maupun crude ekstrak dari herbal tersebut dalam dunia kedokteran belum banyak diketahui. Publikasi internasional tentang mekanisme molekuler herbal yang berasal dari Indonesia belum sebanyak di negara lain. Itu yang menjadi alasan mengapa herbal Indonesia yang kalah bersaing di pasaran dibandingkan dengan herbal dari Cina misalnya.
       Dalam kedokteran molekuler para penelitinya yang sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran memiliki keterbatasan dalam kemampuan menganalisis herbal. Pada umumnya para dosen di Fakultas Kedokteran beharap akan ada mahasiswa dengan latar belakang kimia atau farmasi yang mampu mengeksktrak crude maupun senyawa aktif berbagai herbal. Mereka akan membandingkan kinerja senyawa aktif dari produk alami dengan produk sintetik. Atau mengkombinasikan keduanya. Sebagai contoh adalah dalam pengobatan kanker. Ada kombinasi dengan senyawa turunan terpenoid yang merupakan produk alami dengan siRNA yang merupakan senyawa sintetik.
Untuk lebih jelasnya kita dapat mengkaji mekanisme molekuler penyakit kanker oleh herbal X misalnya. Herbal X yang mengandung senyawa aktif Y misalnya mampu menekan resiko kanker pada stadium tertentu melalui mekanisme A sedangkan siRNA mampu menekan melalui mekanisme Y sehingga penyebaran kanker akan lebih dapat dikurangi. Herbal pada umumnya mampu memicu sel kanker untuk membunuh dirinya sendiri yang dikenal dengan istilah Apoptosis. Jadi sering terjadi kesalahpahaman pada masyarakat umum bahwa herbal tertentu mampu mengobati berbagai penyakit kanker. Itu boleh jadi benar tapi pasti tidak tepat. Benar bukan berarti tepat. Contoh wortel baik untuk mata. Dengan asumsi kelinci yang makan wortel tidak pernah pakai kacamata, Itu benar tapi tidak tepat.
Begitu pula dengan herbal pengobat kanker. Senyawa aktif yang baik untuk kanker payudara belum tentu baik untuk kanker prostate misalnya. Mekanisme kerjanya berbeda. Dalam skala molekuler invitro dikenal dengan IC50 cell lines. Dalam mekanisme molekuler apoptosis sel kanker dikenal dengan mekanisme molekuler intrinsik dan mekanisme molekuler ekstrinsik atau kombinasi keduanya. Ini yang sekarang banyak dikaji apapun jenis kankernya.
Gen P53 sesuai dengan namanya adalah gen yang proteinnya memiliki berat molekul 53 kilodalton. Gen p53 akan terpacu ekspresinya bila terjadi kerusakan DNA. Pada awalnya p53 akan menghambat replikasi sel sehingga sistem perbaikan DNA mempunyai peluang untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Namun apabila kerusakan tersebut tak dapat diperbaiki, maka p53 akan memicu apoptosis. Jadi dalam hal ini apoptosis merupakan backup mechanisme sekiranya mutasi tak berhasil diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Pengaruh senyawa aktif dari herbal misalnya akan tampak pada salah satu atau keduanya pada level RNA dan protein. Tetapi perlu diingat untuk menuju gen p53 akan banyak tahap mekanisme yang perlu dikaji. Demikian kajian singkat tentang peran ahli kimia dalam kedokteran molekuler dengan kanker sebagai salah satu contohnya.
b. Produk olahan bahan kimia          

Pembahasan ringkas tentang materi, wujud, sifat dan perubahan dari materi  serta energi merupakan ruang lingkup pengkajian ilmu kimia. Saat ini perkembangan ilmu kimia sangat pesat dan telah memberikan andil yang sangat besar dalam kehidupan manusia.
Ilmu Kimia telah menghantarkan produk-produk baru yang sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak produk yang telah kita pergunakan seperti, sabun, deterjen, pasta gigi dan kosmetik. Penggunaan polimer pengganti untuk kebutuhan industri dan peralatan rumah tangga dari penggunaan bahan baku logam telah beralih menjadi bahan baku plastik polivynil clorida (PVC). Kebutuhan makanan juga menjadi bagian yang banyak dikembangkan dari kemasan, makanan olahan sampai dengan pengawetan.

Luasnya area ilmu kimia, sehingga keterkaitan antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya menjadi sangat erat. Peran ilmu kimia untuk membantu pengembangan ilmu lainnya seperti pada bidang geologi, sifat-sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya telah mempermudah geolog dalam mempelajari kandungan material bumi; logam maupun minyak bumi.
Pada bidang pertanian, analis kimia mampu memberikan informasi tentang kandungan tanah yang terkait dengan kesuburan tanah, dengan data tersebut para petani dapat menetapkan tumbuhan/tanaman yang tepat.Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup memberikan kontribusi, dengan diketemukannya jalur perombakan makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid. Hal ini  mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan.

c. Obat-obatan
            Dari berbagai macam obat untuk kepentingan medis yang sudah dikenal di pasaran, misalnya beberapa macam obat batuk, sakit kepala, flu, antibiotik, antihistamin, kosmetik, dan vitamin sebagian besar mengandung bahan kimia. Bahan kimia obat untuk keperluan medis, baik murni maupun campuran, memegang peranan penting di dalam masyarakat modern. Obat untuk tujuan medis secara legal direkomendasikan oleh departemen kesehatan RI, sehingga penggunaan obat yang tidak seduai aturan medis dapat membahayakan pengguna. Karena ketidakcocokan, salah obat, atau over dosis (melebihi dosis maksimum) dapat berakibat serius, misalnya alergi, muntah-muntah, gelisah, kejang-kejang, hilang kesadaran, bahkan sampai pada tingkat terparah, yaitu kematian.
 Mengingat konsumen obat-obatan tidak semuanya berkecimpung di bidang kimia, artinya tidak semua konsumen mengetahui dampak bahkan bahaya dari obat yang akan mereka konsumsi, pembuat obat atau produsen haruslah memasang label peringatan. Lebel tersebut antara lain simbol R menunjukkan bahwa obat yang bersangkutan telah terintegrasi di kementrin perdagangan, simbol bulatan dengan warna tertentu (hijau, biru, merah, dan huruf K didalamnya serta tanda positif merah dalam lingkaran merah) menunjukkan tingkat keamanan obat, simbol berupa tanda peringatan menunjukkan bahwa obat yang bersangkutan bisa dibeli bebas tanpa menggunakan resep dokter tetapi di dalam penggunaannya harus memperhatikan tanda peringatan yang dicantumkan.
           Dengan mengacu pada Undang-undang farmasi dari WHO, berdasarkan tingkat keamanannya obat yang beredar secara legal untuk keperluan medis di Indonesia dikelompokkan menjadi empat kategori yang masing-masing diberi tanda khusus berupa bulatan dengan warna tertentu, yaitu: obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat bius.
1.    Obat bebas
Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat
dibeli tanpa menggunakan resep dikter. Obat-obatan kelompok ini diberi tanda khusus pada kemasan dan label, tanda khusus obat bebas berupa lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh: Paracetamol.


2.    Obat bebas terbatas
      Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat yang harus menggunakan resep dokter, tetapi masih dapat dijual atau dibeli tanpa resep, kelompok obat bebas terbatas diberi khusus pada kemasan dan labelnya yang berupa lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam, pada kelompok obat bebas terbatas diberi tanda peringatan. Ada enam macam tanda peringatan untuk kelompok obat terbatas, ditulis dengan huruf berwarna hitam diatas dasar putih. Tanda-tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas, dengan bentuk persegi panjang berukuran panjang hitam 5 inci, lebar 2 inci dan termasuk pemberitahuan putih.
Contoh: CTM




3.    Obat Keras
Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan menggunakan resep dari dokter. Tanda khusus pada kemasan dan labelnya adalah huruf K dalam lingkaran berwarna merah dengan garis tepi berwarna.Obat psikotropika adalah obat keras alami dari sintesis bukan narkotika, yang bersifat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada sistem saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Contoh: Diazepam, Phenobarbital.



4.    Obat Narkotika
Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis atau semi sintesis yang dapat menyebaban penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan menyebabkan ketergantungan. Contoh: Morfin.



                  Setelah kita memahami tanda dan peringatan pada kemasan obat tersebut, mari kita tinjau pengelompokan obat menurut khasiatnya.

1.Obat Analgetika-Antipiretika
Analgetik atau obat penghalang nyeri adalah zat-zat yang berkhasiat megurangi atau menghalau rasa nyerti tanpa menghilangkan kesadaran. Sedangkan Antipiretik adalah zat-zat yang dapat mengurangi suhu tubuh. Anti-inflamasi adalah obat atau zat-zat yang dpat mengobati peradangan atau pembengkakan. Obat-obatan analgesik mempunyai efek antipiretik, obat-obatan kelompok analgesik-antipiretik biasanya digunakan untuk mengobati penyakit dengan gejala demam (suhu tubuh meningkat) dan nyeri seperti influenza dan selesma. Obat-obatan kelompok ini relative mempunyai efek samping yang ringan sehingga dijual bebas di pasaran.
Saat dikonsumsi obat analgesik ini bekerja di pusat pengatur suhu tubuh yang terletak di batang otak. Selain itu kelompok obat ini mampu melebarkan pembuluh darah kulit dan memicu produksi keringat sehingga akan semakin banyak panas yang dibuang keluar. Selain bekerja pada susunan saraf pusat, analgesik-antipiretik juga dapat mencegah pembentukan prostagladin, yakni zat yang menimbuklan rasa nyeri dan peningkatan suhu tubuh.
ASPIRIN sebagai Analgetika dan Antipiretika pertama di dunia
            
           
Pada tahun 1879, Felix Hoffman, seorang ahli kimia yang bekerja dengan Friedrich Bayer dan Co. Telah berhasil mengidentifikasikan gugus fungsi hidroksil dalam asam salisilat dari gugus asetil. Ternyata asam salisilat ini lebih “ramah” terhadap perut. Ditahun 1899, ia menemukan kembali formula Gerhardt. Hoffman membujuk Bayer untuk memasarkan obat itu, yang selanjutnya muncul di pasar dengan nama pasaran “Aspirin”. Zat baru itu dinamakan Aspirin berdassarkan akronim:
A: Gugus asetil
Spir: nama bunga tersebut dalam bahasa Latin
Spiraea: suku kata tambahan yang sering kali digunakan
In: untuk zat pada masa tersebut
    Aspirin masih mempunyai efel samping, tetapi zat ini lebih baik dari asam salisilat atau salisilin. Aspirin adalah zat sintetik pertama di dunia dan penyebab utama perkembangan industri farmateutikal. Bayer mendaftarkan Aspirin sebagai merk dagang pada 6 Maret 1899.

2.    PARASETAMOL sebagai alternatif aspirin
      Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal, dan sakit ringan, serta demam. Berbeda dengan obat analgesik yang lain seperti aspirin, parasetamol tidak memiliki sifat anti radang. Jadi,parasetamol tidak tergolong dalam obat jenis NSAID. Dalam dosis normal, parasetamol tidak menyakiti permukaan dalam perut atau mengganggu gumpalan darah, ginjal, atau duktus arteriosus pada janin.


3.    PIRAZOLON
            Di pasaran Pirazolon terdapat pada Antalgin, Neuralgin, dan Novalgin. Obat ini sangat manjur sebagai penurun panas dan penghilang rasa nyeri, tetapi Pirazolon mempunyai potensi menimbulkan efek yang berbahaya yakni Agranulositosis (berkurangnya sel darah putih), karena itu penggunaan analgesik kelompok ini harus atau wajib dengan sepengetahuan dokter atau menggunakan resep dokter.

4.    ASAM MEFENAMAT
    
       Asam Mefenamat termasuk obat penghilang rasa nyeri. Digunakan untuk mengatasi berbagai rasa nyeri, terutama digunakan untuk mengatasi sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi, dan sakit ketika atau menjelang haid. Efek samping dari obat ini adalah merangsang dan merusak lambung. Oleh sebab itu, hati-hati bagi pengidap gangguan lambung. Di masyarakat Asam Mefenamat sangat terkenal terutama Asam Mefenamat dengan merk ponstan karena dirasakan sangat manjur sebagai penghilang sakit atau nyeri pada sakit gigi. Obat ini tidak diperkenankan dibeli bebas tetapi harus menggunakan resep dokter. Asam mefenamat mempunyai efek samping terhadap saluran cerna sering berupa gejala iritasi terhadap lambung.


5.    Ibuprofen
            Ibuprofen digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat artritis juga tergolong dalam kelompok analgesik dan antipiretik. Obat ini dijual dengan merk dagang Advil, Motrin, Nuprin, dan Brufen. Ibuprofen selalu digunakan sebagai obat sakit kepala. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengurangi sakit otot, nyeri haid, selesma, flu, dan sakit selepas pembedahan. Nama kimianya adalah asam 2-4-isobutil-fenil-propionat. Efek analgesik dari obat ini hampir sama dengan Aspirin. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui.
             Selain jenis obat-obatan, ternyata zat kimia juga berkhasiat dan dapat dimanfaatkan berupa jamu sesak napas. Hal ini juga menunjukkan kepada kita bahwa perkembangan ilmu kimia terjadi secara luas dan berbagai macam. Mari kita tinjau zat kimia yang berfungsi sebagai campuran pada jamu.
Sebagian masyarakat Indonesia melakukan pengobatan sendiri dengan obat tradisional (28,7%). Ramuan yang paling disukai berupa serbuk yang disedu air matang yang masih ada rasa dan aroma ramuan asli. Sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, jamu dapat dicampur kuning telur, madu, jeruk nipis, dan anggur.
Uji laboratorium oleh Badan POM menemukan bahwa ada obat tradisional yang dicampur bahan kimia berkhasiat obat (BKO) yang umumnya termasuk daftar obat keras yang memerlukan resep dokter. BKO yang ditemukan tersebut antara lain adalah fenilbutason, deksa­metason, CTM, allopurinol, parasetamol, ibuprofen, furosemid, piroksikam, teofilin, kafein, metiltestosteron, natrium diklofenak, dan asam mefenamat.  Penggunaan BKO yang tidak tepat dan dosis yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti iritasi saluran cerna, kerusakan hati/ginjal, gangguan penglihatan dan ritmik irama jantung. Berdasarkan Permenkes Nomor: 246/ Menkes/ Per/ V/ 1990, obat tradisiona­l tidak boleh mengandung bahan kimia sintetik atau hasil isolasi yang berkhasiat obat, serta bahan yang tergolong obat keras atau narkotika.
       Badan POM memberikan peringatan secara keras kepada produsen dan sarana distribusi untuk menarik serta memusnah­kan obat tradisional bercampur BKO tersebut. Selain itu, Badan POM membuat peringatan publik yang disebarkan oleh Dinas kesehatan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat tradisional yang dicampur BKO. Obat tradisional bercampur BKO umumnya diproduksi industri kecil obat tradisional yang be­lum berijin, belum bernomor registrasi, atau beregistrasi fiktif. Beberapa perusahaan yang mempunyai nomor registrasi ada yang telah dibatalkan.  Penyalahgunaan bahan kimia berkhasia­t obat ternyata tidak hanya dilakukan di tingkat industri, tapi ditengarai dilakukan juga di tingkat pengecer dan konsumen. Banyak pengecer obat tradisional yang melakukan penambahan BKO pada obat tradisional yang diramunya.
       Aminofilin adalah garam teofilin dengan basa organik larut air yang merupakan bronkhospasmolitika kuat. Dosis diatur secara individual pada kisaran 200 – 400 mg. Efek sampin­g teofilin antara lain gangguan sistem syaraf pusat, takhikardia, takhiaritmia, dan gangguan alat cerna. Teofilin  harus diberikan secara hati-hati pada penderita epilepsi, ganggu­an ritme jantung, dan penyakit hati. Efedrin tergolong simpatomimetika tidak langsung melalui pembebasan noradren­alin granula cadangan di syaraf simpatik. Pada dosis tinggi menyebabkan takhifilaksi yang menghilang setelah 1–2 minggu penghentian obat. Efek samping steroid jangka panjang sangat berbahaya sehingga  harus digunakan secara ketat dan diawasi dengan cermat. Kortikosteroid menstimulasi glukoneogenesis protein dengan meningkatkan penguraian protein, kadar gula darah, dan pembentukan glikogen dalam hati.  Kortikosteroid juga menurunkan fungsi jaringan limfe sehingga menyebabkan limfopenia dan pengecilan limfosit. Efek sam­ping kortikosteroid antara lain tukak lambung. Kerja katabolik dapat menyebabkan atrofi otot, kulit, dan jaringan lemak akiba­t penguraian matriks tulang mesenkhim akibat kerja antagonis vitamin D yang berujung pada osteoporosis. Penggunaan kortiko­steroid jangka panjang dapat menyebabkan sindrom Cushing berupa “moon face”, obesitas, hiperkolesterolemia, sampai penurunan reaksi imun.
             Pengecer jamu mungkin hanya terminal dari carut marut perjalanan BKO yang akan berujung pada efek samping dan komplikasi yang menyengsarakan. Ketika Badan POM me­risau­kan penggunaan BKO yang ceroboh, para pengelola program kesehatan anak tengah berjuang keras meminta kade­r di desa diberi wewenang memberikan kotrimoksazol pada anak pender­ita pneumonia. Upaya tersebut semata-mata bertujuan untuk menurunkan kematian anak balita di Indonesia.  Seperti kader di desa, seharusnya produsen dan pengecer obat tradision­al dapat menjadi mitra dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Apa yang harus kita lakukan agar kehadiran obat yang terjangkau dapat dinikmati sebagai anugerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Obat merupakan salah satu bahan kimia yang perkembangan nya cukup pesat. Antibiotic juga merupakan salah satu jenis obat yang sering di gunakan. Kalau tadi kita telah membahas obat dari nama dan kegunaannya.. sekarang kita akan meninjau jenis obat berdasarkan indikasi atau penyakit yang dapat disembuhkan.Beberapa contoh penyakit yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari kita.

1.       Obat flu
Umumnya, penyakit pilek atau influenza disertai demam dan batuk biasanya, obat untuk meredakan penyakit ini disebut obat flu. Influenza biasanya di sebabkan oleh virus. Komposisi obat flu terdiri atas obat analgesik, anti piretik, dekongestan, dan obat alergi.


a.       Obat analgesik dan antipiretik
Obat-obatan yang termasuk analgesic dan antipiretik, diantaranya asetosal, asetaminofen, salisilamid, asam mefenamat, dan kafein
b.      Obat dekongestan
Fenilpropanolamina HCI dan efedrima HCI merupakan contoh obat dekongestan. Obat ini membantu melegakan saluran hidung sehingga tidak tersumbat.
c.       Obat antialergi
Obat yang termasuk jenis antialergi adalah klorofenilamin maleat dan dekstrometorfan HBr. Obat generic yang dapat kamu gunakan untuk sakit seperti ini adalah parasetamol atau asetosal.

2.       Obat batuk
Batuk umumnya dikelompokan menjadi betuk kering dan batuk berdahak. Adapun batuk berdahak disebut batuk produktif karena mengeluarkan banyak dahak. Batuk berdahak umumnya disebabkan oleh flu. Obat batuk mengandung zat expektoran dan zat anti alergi. Seperti obat anti influenza, obat batuk tidak boleh digunakan terus menerus. 



3.       Obat sakit lambung
Sakit lambung atau sakit maag ringan dapat di obati dengan antasida, suatu obat yang dapat menetralkan asam lambung. Untuk mengatasi rasa kembung pada lambung digunakan senyawa simetikon, sedangkan untuk mengurangi kejang perut digunakan senyawa papaverina HCI.


4.       Obat diare
Obat diare bersifat adsorptif sehingga dapat menyerap racun dari dalam tubuh. Zat aktifnya berupa karbon aktif, silicon dioksida, kaolin, dan pectin selain itu dapat juga di gunakan zat yang bersifat astringent yang dapat mengecilkan jaringan yang membuatnya pesat misalnya tannin yang terdapat dalam teh pekat atau daun jambu.
5.       Antibiotic
Antibiotik yang ditemukan kali pertama pada 1928 oleh Alexander Flemming adalah antibiotic penisiln. Antibiotic merupakan zat yang diperoleh dari mikro organisme yang dapat menghambat atau membunuh mikro organisme lain.
6.       Zat radioaktif
Zat radioaktif adalah zat yang secara aktif memancarkan sinar atau partikel radio aktif. Sinar radioaktif terdiri atas sinar alfa, beta, proton, gamma, dan sinar neutron
a.       Iodin-131(I-131)
Iodin merupakan zat radioaktif yang dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok dan untuk mendeteksi jaringan kanker otak.
b.      Kolbalt-60(Co-60)
Zat radioaktif ini memancarkan sinar gamma yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker. Co-60 juga sering digunakan dalam pengobatan penyakit leukemia
c.       Teknetium-99(Tc-99)
Unsur Tc-99 di gunakan untuk membunuh sel-sel kanker
d.      Fosfor-32(P-32)
Unsur P-32 digunakan untuk menyembuhkan penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukan sel darah merah yang berlebihan zat ini disuntikan kedalam tubuh sehingga radiasinya yang memancarkan sinar beta akan menghambat pembentukan sel darah merah pada sum-sum tulang
e.      Talium-201(Tl-201)
Zat radioaktif Tl-201 di gunakan untuk mendeteksi penyakit jantung dan kelainan pada pembuluh darah.
f.        Besi-59(Fe-59)
Zat radioaktif ini digunakan untuk mempelajari proses pembentukan sel darah merah.

Sabtu, 02 April 2016

12 Bahan Kimia Berbahaya Dalam Kehidupan Sehari-Hari
 
Kita menyerap sampai dengan 60% dari apa saja yang dipaparkan ke kulit. Bahan kimia beracun apa saja yang sering diserap oleh kulit kita dalah kehidupan sehari-hari?

Anak-anak bisa menyerap dua kali lipat lebih banyak dari orang dewasa. Karenanya mereka berisiko tinggi terkena penyakit di kemudian hari jika selalu terpapar bahan kimia beracun, zat kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari.

Masalah kesehatan yang berhubungan dengan paparan bahan kimia berbahaya atau zat kimia berbahaya, diantaranya adalah alergi pada kulit, kanker, masalah kesuburan, cacat bawaan dari lahir, masalah produktifitas hingga menyandang disabilitas.

sumber ilustrasi



Berikut 12 racun karsinogen bahan kimia berbahaya atau zat kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari yang ditemukan pada produk kecantikan, kosmetik dan perawatan tubuh, yang saya kutip dari situs Natural Healthy Concepts.

Kimia dalam kehidupan sehari-hari:
#1 Benzoyl Peroxide: Digunakan pada produk pembersih jerawat. MSDS menyatakan, bisa memicu tumor. Bisa bertindak sebagai mutagen, menghancurkan DNA pada manusia dan mamalia lainnya. Juga beracun jika dihirup dan bisa mengiritasi mata, kulit dan iritasi saluran pernafasan.

#2 DEA (Diethanolamine), MEA (Monoethanolamine), & TEA (Triethanolamine): Zat pembuat busa ini bisa mengiritasi kulit dan mata dan bisa menyebabkan dermatitis kontak. Sangat mudah diserap oleh kulit dan terakumulasi pada organ tubuh dan otak.

#3 Dioxin: Tidak akan muncul pada komposisi produk (ingredients). Sering ditemukan dalam komposisi produk antibakteri seperti triclosan, emulsifiers, PEGs, dan etoxylated cleanser seperti sodium laureth sulfate. Dioxin bisa memicu kanker, menurunkan daya tahan tubuh, gangguan sistem saraf, keguguran dan cacat bawaan.

#4 DMDM Hydantoin & Urea (Imidazolidinyl): Dua bahan pengawet ini mengeluarkan formaldehyde yang bisa menyebabkan nyeri sendi, kanker, dermatitis, alergi, depresi, sakit kepala, nyeri dada, infeksi telinga, kelelahan kronik, pusing dan insomnia.




#5 FD&C Color & Pigment: Pewarna sintetis ini mengandung logam berat yang menyimpan racun pada kulit, penyebab kulit sensitif dan iritasi. Jika dihirup dapat menyebabkan penipisan oksigen, bahkan kematian. Hasil penelitian pada hewan menunjukkan hampir semua jenisnya merupakan zat karsinogen.

#6 Parabens (Metyl, Etyl, Butyl, Propyl): Digunakan sebagai bahan pengawet, tidak selalu tercantum pada label. Digunakan pada deodoran dan berbagai produk perawatan kulit, juga telah ditemukan pada tumor kanker payudara. Bisa menyebabkan kemandulan pada pria, ketidakseimbangan hormon pada wanita dan pubertas dini.

#7 PEG (Polyethylene Glycol): Dibuat dari ethoxylating propylene glycol. Dioxin yang sangat berbahaya ditemukan pada produk yang mengalami proses ethoxylating. PEGs sering digunakan pada produk perawatan tubuh (personal care), perawatan bayi (baby care) dan tabir surya (sunscreens).

#8 Phthalates: Ditemukan pada banyak produk, biasanya tidak terdapat pada label. Masalah kesehatan yang ditimbulkan antara lain kerusakan hati dan ginjal, cacat lahir, mengurangi produksi sperma, perkembangan payudara dini pada anak perempuan dan laki-laki.

#9 Propylene Glycol (PG) & Butylene Glycol: Adalah petroleum plastik. EPA Amerika Serikat mempertimbangkan bahwa PG sangat beracun, dibutuhkan sarung tangan, pakaian, kacamata dan pembuangannya dengan cara mengubur. EPA tidak boleh tersentuh kulit untuk mencegah gangguan fungsi otak, hati dan ginjal.

#10 Sodium Lauryl Sulfate (SLS) & Sodium Laureth Sulfate (SLES): Digunakan pada poduk sabun cuci mobil, pembersih lantai, pembersih mesin dan 90% pada produk perawatan tubuh yang berbusa banyak. Bisa menyebabkan kerusakan mata, depresi, gangguan nafas, diare, iritasi kulit dan kematian.

#11 Bahan Kimia Pada Tabir Surya (Sunscreen chemicals): Avobenzone, benzphenone, ethoxycinnamate, dan PABA umumnya terdapat pada produk tabir surya, zat kimia tersebut merupakan radikal bebas yang dipercaya bisa merusak DNA dan memicu kanker.

#12 Triclosan: Yang ini mungkin tidak asing lagi karena digunakan pada produk sabun antibakteri. EPA Amerika Serikat memasukkannya dalam daftar pestisida, berisiko pada kesehatan manusia dan lingkungan. Tergolong sebagai chlorophenol, bahan kimia yang dicurigai sebagai penyebab kanker pada manusia.

Kamis, 24 Maret 2016

  1. BERSIH Bahan Kimia Dalam KehidupanSehari- Hari Pencegahan Efek samping penggunaan produk pembersih  Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS yang rendah.  Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil sulfat (SDS).  Menyimpan sabun pada tempat yang jauh dari jangkauan anak.  Menimbulkan limbah rumah tangga berupa busa.  Busa yang ditimbulkan sabun dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah, sedangkan busa yang dihasilkan dari detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah.
  2. 3. PEMUTIH Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari Beserta Efek Samping & Pencegahannya Pencegahan Efek samping penggunaan produk pemutih • Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri. • Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen. • Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna pakaian. • Senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit. • Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf. Bagaimana pemutih dapat menghilangkan kotoran yang membandel pada pakaian putih? Bahan pemutih mengandung hipoklorit Ca(ClO2) yang biasa dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO).Bahan pemutih akan mengoksidasi kotoran sehingga kotoran tersebut akan larut dalam air.
  3. 4. PEWANGI Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari Beserta Efek Samping & Pencegahannya Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alcohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat. Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan dapat merusak lapisan ozon. Selain itu juga berdampak pada kesehatan manusia antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma.
  4. 5. PESTISIDA Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari Beserta Efek Samping & Pencegahannya Efek samping penggunaan produk pembasmi serangga • Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon stratosfer. Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak. • Merusakkan produk pertanian. Anti nyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi hama), sehingga obat antinyamuk juga mengandung racun. Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran penggunaannya, yaitu: 1. Insektisida 2. Fungisida 3. Bakterisida 4. Rodentisida 5. Herbisida ALTERNATIF Tidak menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia yang seperti senyawa karbamat, fosfat, dan klorin. Penggunaan pestisida organic dan biopestisida (musuh alami). INFO
  5. 6. Fungsi zat aditif Zat Aditifpada Makanan Pengelompokan zat aditif1. Antioksidan dan antioksidan sinergis 2. Pengasam, penetral 3. Pemanis buatan 4. Pemutih dan pematang 5. Penambah gizi 6. Pengawet 7. Pengemulsi (pencampur) 8. Pemantap dan pengental 9. Pengeras 10. Pewarna alami dan sintetis 11. Penyedap rasa dan aroma, dan lainnya. • Zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat; • Zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat. • Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.
  6. 7. PEWARNA Zat Aditif pada Makanan Efek penggunaan zat pewarna buatan yang berlebihan Pewarna Alami • Kunyit untuk menghasilkan warna kuning; • Daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau; • Gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna cokelat; • Cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah. Pewarna Buatan • amarant dan erythrosine (pewarna merah) • tartrazine dan sunset yellow (pewarna kuning) • fast green FCF (pewarna hijau) • brilliant blue (pewarna biru)  Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak.  Penggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.  Penggunaan Fast Green FCF secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.  Penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggang, muntah- muntah, dan gangguan pencernaan.
  7. 8. PEMANIS Zat Aditif pada Makanan Pemanis Alami  Pemanis nutritif  Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa/gula tebu, gula bit, xylitol dan fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol). Konsumsi yang berlebihan terhadap pemanis ini dapat mengakibatkan obesitas, karena kandungan kalorinya yang tinggi.  Pemanis nonnutritif  Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis nonnutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein. Pemanis Buatan Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis. Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi. Contoh pemanis buatan antara lain sakarin, siklamat dan aspartam.
  8. 9. Zat Aditifpada Makanan Pengawet Buatan • Kalsium Benzoat • Kalsium Propionat/Natrium Propionat • Sulfur Dioksida (SO2) • Asam Sorbat • Kalium Nitrit • Natrium Metasulfat Adapun bahan-bahan pengawet yang tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan, antara lain sebagai berikut: Natamysin (dapat menyebabkan mual dan muntah ) Kalium Asetat (dapat menyebabkan rusaknya fungsi ginjal ) Butil Hidroksi Anisol (BHA) ( dapat menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker ) Zat pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 1. GRAS (Generally Recognized as Safe) 2. ADI (Acceptable Daily Intake) 3. Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin. Pengawet Alami Bahan pengawet alami yang sering digunakan misalnya garam, cuka, dan gula. Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada dalam kondisi baik. PENGAWET Zat pengawet adalah zat tambahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
  9. 10. PENYEDAP Zat Aditifpada Makanan Penyedap Alami Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain santan kelapa, susu sapi, dan kacang-kacangan. Penyedap Buatan Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua macam, yaitu zat penyedap aroma dan zat penyedap rasa. Zat Penyedap Aroma Buatan Berasal dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat (aroma buah jeruk), iso amil asetat (aroma buah pisang), dan iso amil valerat (aroma buah apel). Zat Penyedap Rasa Buatan Zat penyedap rasa buatan yang banyak digunakan adalah monosodium glutamate (MSG) atau lebih populer dengan nama vetsin dengan berbagai merek yang beredar di pasaran.
  10. 11. Nama ilmu kimia berasal dari bahasa Arab, yaitu al-kimia yang artinya perubahan materi, oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778). Ini berarti, ilmu kimia secara singkat dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari rekayasa materi, yaitu mengubah materi menjadi materi lain. Secara lengkapnya, ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan serta energi yang menyertai perubahan suatu zat atau materi. Zat atau materi itu sendiri adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Pada dasarnya hakikat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk, maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan ini mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud yang semula. Hakikat Ilmu Kimia
  11. 12. Metode Ilmiah Tujuan mempelajari metode ilmiah Tujuan dari mempelajari metode ilmiah adalah untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah. Beberapa tujuan dan manfaat seseorang mempelajari metode ilmiah, yaitu: Mengetahui tata cara penulisan ilmiah. Dapat menyusun fakta yang nyata dan data tersusun secara sistematis. Menambah wawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam menyusun sebuah laporan ilmiah. Mengetahui bahasa yang digunakan pada tulisan ilmiah yaitu bahasa baku. Tahap-tahap metode ilmiah 1. Merumuskan masalah. 2. Mengumpulkan keterangan 3. Merumuskan hipotesis 4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian. 5. Menganalisis data (hasil) percobaan untuk menghasilkan kesimpulan. 6. Penarikan kesimpulan. 7. Menguji kesimpulan. Metode ilmiah adalah metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan yang muncul dalam pikiran kita yang berdasarkan pada bukti fisis.
  12. 13. Sikap Ilmiah Sika p Ingin Tahu Sika p Kriti s Sikap Ingin Mene muka n Sikap Mengha rgai Karya Orang Lain Sika p Teku n Sikap Terbu ka Sikap Obyek tif
  13. 14. Peranan Ilmu Kimia dalam Berbagai Bidang Bidang Kedokteran Diciptakannya alat pencuci darah (haemodialisis). Penemuan bahan kimia untuk obat-obatan, misalnya senyawa antibiotika untuk anti infeksi, dan penemuan senyawa silikon untuk operasi plastik. Bidang Pertanian Pembuatan bibit unggul dengan rekayasa genetika, pembuatan pupuk buatan serta pestisida. Bidang Geologi Manfaat ilmu kimia dalam bidang ini untuk membantu memahami serta mengerti temuan para peneliti tentang bebatuan atau “benda-benda” alam. Bidang Hukum Manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum ini dapat dirasakan ketika diberlakukannya pemeriksaan peralatan bukti kriminalitas (kriminologi). Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan memeriksa struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda. Pemeriksaan ini melibatkan ilmu kimia. Bidang Mesin Untuk mempelajari sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatan mesin, mempelajari sifat, komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.
  14. 15. Peranan Ilmu Kimia dalam Berbagai Bidang Bidang Teknik Sipil Bahan-bahan yang digunakan dalam bidang ini adalah semen, kayu, cat, paku, besi, paralon (pipa PVC), lem dan sebagainya. Semua bahan tersebut dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam hal ini adalah agar bahan-bahan bangunan tersebut dapat diketahui kelebihan serta kekurangannya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan dikemudian hari. Bidang Arkeologi Contohnya para arkeolog memanfaatkan teknologi kimia bernama radioisotope karbon – 14 untuk mencari tahu usia fosil tersebut. Bidang Kecantikan Contoh hasil penelitian kimia di bidang kecantikan adalah berbagai produk kosmetik serta perawatan tubuh dan wajah yang dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko.
  15. 16. Peranan IlmuKimia dalam IPTEK Ilmu kimia berperan penting dalam perkembangan IPTEK, sebaliknya IPTEK juga berperan dalam kemajuan ilmu kimia misalnya alat untuk mendeteksi tingkat pencemaran udara, pembuatan komponen microtip dari logam silikon. Penemuan bahan dasar silikon telah membantu sistem kerja teknologi informasi yang sangat memerlukan kecepatan. Microctip, komputer, kalkulator, dan transistor juga merupakan bahan- bahan yang diolah dengan teknologi berbasis kimia material. Termasuk bahan-bahan untuk keyboard, monitor, saluran telepon, handphone dan bagian dalam seperti hardisk serta alat lainnya.
  16. 17. Peranan Ilmu Kimia dalam Menyelesaikan Masalah Global Bahan Bakar Dalam hal ini ilmu kimia berperan dalam penemuan sumber energi alternatif, misalnya alkohol, energi nuklir, geoternal (panas bumi) atau energi matahari. Teknologi Biogas Ternak-ternak di pedesaan dapat menimbulkan masalah lingkungan, karena kotorannya yang berserakan dapat menimbulkan bau yang tidak enak dan dapat menjadi sumber penularan penyakit. Dengan teknologi biogas, permasalahan tersebut dapat diatasi. Pembuatan biogas menggunakan bahan baku kotoran hewan/ternak yang dibubur halus menjadi butiran kecil dan dicampur air. Hasil teknologi biogas dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya untuk lampu penerangan maupun untuk memasak.
  17. 18. Peranan Ilmu Kimia dalam Menyelesaikan Masalah Global Program Langit Biru Program Langit Biru artinya program yang bertujuan untuk meminimalisasikan polusi udara akibat dari pemanfaatan energi. Saat ini sarana transportasi masih memanfaatkan energi yang berupa bahan bakar minyak seperti bensin, minyak solar, minyak bahan AVTUR (Aviation Turbin Gas), dan AVGAS (Aviation Gasoil), yang mengandung zat pencemar. Untuk mengurangi pencemaran tersebut, perlu dicarikan energi alternatif misalnya LPG (Liquid Petroleum Gas) dan CNG