Tampilkan postingan dengan label IAN PERASUTIYO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IAN PERASUTIYO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

10 Manfaat Belerang dalam Kehidupan Sehari-hari

Belerang merupakan salah satu unsur kimia yang biasa ditemukan di sekitar gunung berapi, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif. Jika kamu pernah mencium bau yang sangat menyengat ketika berada di gunung, berarti kamu sedang menghirup gas hidrogen sulfida. Gas tersebut mengandung unsur sulfur atau belerang.

 1. Bahan Pembersih Air
Belerang dapat merubah karakteristik air, sehingga sangat berguna bagi perusahaan pengolahan air. Belerang tersebut dapat menetralkan air keruh yang mengandung berbagai jenis bibit kuman. Namun belerang yang digunakan yaitu yang sudah berbentuk sulfat yang memiliki warna putih seperti bentuk kristal.

2. Digunakan dalam Produksi Baja

Dalam produksi pengolahan baja membutuhkan panas hingga 1500 derajat celsius. Untuk itu dibutuhkan belerang agar panas bisa maksimal dan ditambah sumber panas lainnya seperti minyak bumi atau timah. Penambahan bubuk belerang juga membuat baja lebih mudah dibentuk menjadi komponen lebih kecil.

3. Bahan Pembuatan Korek Api

Belerang merupakan bahan utama untuk pembuatan korek api. Ini dikarenakan adanya asam sulfat yang berwarna lebih gelap dan mengkilap dapat memicu panas yang sangat tinggi sehingga menimbulkan percikan api. Untuk batangnya menggunakan kayu pinus.

4. Komponen Produksi Pupuk

Belerang yang berasal dari sumber alam tidak dapat digunakan secara langsung. Tetapi harus dirubah dengan metode proses pembakaran khusus ke dalam bentuk asam sulfat. Setelah terbentuk asam sulfat, maka bisa digunakan untuk campuran pembuatan beberapa jenis pupuk pertanian. Contohnya fosfat dan ammonium sulfat.

5. Campuran Bahan Pembuatan Aspal
Adalah satu bahan yang digunakan dalam produksi aspal yaitu belerang. Aspal yang didapat dari sumber alam harus melewati tahap pengolahan. Pemberian belerang membuat lapisan aspal menjadi bersifat mengikat, lebih elastis, dan meningkatkan kualitas aspal. Sehingga aspal menjadi tahan lama dalam aplikasi pembuatan jalan raya.
6. Campuran Bahan Pewarna

Sifat belerang yang mempunyai warna kuning cerah dan bau yang menyengat bisa diolah menjadi asam sulfat, kemudian diolah menjadi komponen bubuk utama dalam zat pewarna. Jenis pewarna yang menggunakan asam sulfat yaitu pewarna kimia untuk plastik, pewarna tekstil dan semua benda kimia seperti serat dan kertas.

7. Belerang untuk Produksi Asam Sulfat

Belerang dapat diolah menjadi bahan khusus yang dimanfaatkan untuk komponen bahan kimia pada industri produk kimia, tekstil dan bahan peledak. Cara memproduksi asam sulfat biasanya memanfaatkan oksigen pada proses pemberian lapisan pada tambang belerang.

8. Bahan Utama Disinfektan

Belerang juga bermanfaat untuk pertanian. Karena belerang merupakan bahan utama dalam pembuatan produk disinfektan yang dapat mencegah timbulnya hama, penyakit dan mencegah kerusakan. Tidak hanya itu, produk disenfektan ini juga dapat menyuburkan tanaman.

9. Campuran Bahan Kosmetik

Jika selama ini kamu mengetahui bahan kosmetik hanya berasal dari ekstrak buah-buahan atau sayuran, maka perlu diketahui juga jika belerang dapat digunakan sebagai bahan kosmetik atau produk perawatan kecantikan. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan senyawa di dalam belerang yang dapat membunuh kuman yang menyebabkan jerawat, virus penyebab kudis dan penyakit kulit lain. Bahkan belerang dapat membunuh jamur penyebab panu, kudis dan kurap, karena mengandung zat keratolitik.


10. Pengobatan Penyakit

Tidak hanya untuk industri, belerang juga bermanfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, diantaranya luka bakar, luka luar, ambeien, dan penyakit tulang. Untuk pemakaian sebagai obat pada beberapa jenis penyakit, harus dilakukan dengan prosedur khusus. Karena belerang bukan untuk obat dalam dan tidak boleh masuk ke saluran pencernaan…

Sumber: http://www.satujam.com/manfaat-belerang/

Rabu, 13 April 2016

Kandungan Air Laut dan Manfaatnya


Kandungan Air Laut dan Manfaatnya, – Tahukah anda? Air laut mengandung zat garam-garaman sebanyak 3,5 persen. Kandungan lain yang dapat ditemukan dalam air laut adalah kalsium, magnesium, sodium, sulfat dan potasium. Selain itu juga terdapat banyak kandungan gas-gas yang terlarut, bahan-bahan organik serta partikel tak larut. Air laut banyak menyimpan kadar garam-garaman yang dapat bermanfaat bagi kesehatan diantara kadar garam-garaman utama yag dijumpai pada asinnya air lau antara lain :
  • Klorida = 55 persen
  • Magnesium = 4 persen
  • Sulfat = 8 persen
  • Natrium = 31 persen
  • Potasium =1 persen
  • Kalsium = 1 persen
  • Dan kandungan lain yang nilainya kurang dari 1 persen yaitu asam blorak, bromida, bikarbonat florida dan strontium
Nah, sumber garam-garaman dilaut berasal dari tiga hal yaitu gas-gas vulkanik, pelapukan batuan didarat, dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal pada laut yang dalam. Nah pertanyaannya kandungan zat-zat kimia diatas bisa bermanfaat apa tidak untuk manusia? Mari kita ulas satu persatu.
manfaat-kandungan-air-laut
Klorida
Klorida memiliki sifat mudah larut seingga sangat mudah ditemukan dialam. Klorida di alam dapat meningkat yakni tambahan buangan klorida dari industri, manusia dan hewan. Kadar klorida pada alam sering kali dibatasi karena untuk kepentingan dan pemanfaatan yang lain seperti irigasi, konstruksi dan pengolahan air bersih untuk minum. Di alam setidaknya mengandung klorida antara < 1 mg/I hingga beberapa ribu mg/I yang terdapat di air laut.
Batas maksimal konsentrasi kloorida dalam air yang dapat menimbulkan rasa asin adalah 250 mg/I unsure. Konsentrasi klorida ini dapat meningkat karena terkontak dengan air-air bekas(buangan). Jumlah kandungan klorida yang dikeluarkan manusia melalui kotoran adalah hampir sama dengan jumlah klorida yang dikonsumsi yani rata-rata 6 gr. Jumlah inilah yang diperkirakan tambahan klorida dari 1 orang per hari. Belum lagi hasil dari pembuangan industri yang mengandung klorida sangat besar. Klorida dalam konsentrasi yang layak tidak berbahaya bagi manusia dan dimanfaatkan untuk desinfectan. Nah klorida jika bercampur dengan ion Na+ akan menyebabka rasa asin.
Kalium
Salah satu kandungan air laut adalah kalium, kadar kalium dalam air laut tidak sebesar Natrium akan tetapi endapan kalium yang terdapat di dalam batuan lebih banyak dari pada Natrium. Ini disebabkan adanya pengembalian kalium yang cukup besar oleh organisme-organisme di dalam laut. Jadi semua ornanisme mengabsopsi kalium ke sel-sel mereka, nah setelah organisme itu akan mati maka akan mengendap di batu-batuan dasar laut bersama dengan kalium yang telah diambil sebelumnya.
Dalam tubuh diperkirakan mengandung kalium sebesar 2g/kg berat badan, namun jumlah kalori dalam setiap tubuh juga berbeda karena dapat dipengaruhi faktor lain seperi jenis kelamin, besarnya otot dan umur. Tubuh memerluka asupan kalium setidaknya 782  mg per hari.
Manfaat kalium bagi tubuh diantaranya :
  • Menjaga keseimbangan asam basa
  • Menjaga keseimbangan elektrolit
  • Dengan berikatan dengan kalsium dan natrium, kalsium akan membantu transmisi saraf, pengaturan enzim dan menjaga kontraksi otot.
Fosfat
Kandungan fosfor dalam air laut ada yang berbentuk senyawa organik seperti gula fosfat, nukloeprotein, fosfo protrin dan hasil oksidasi. Dan terdapat juga yang berbentuk non organik seperti polifosfat dan ortofosfat.
Manfaat Fosfat dalam tubuh yaitu:
  • Fostat sangat baik untuk proses metabolisme sel dan bermanfaat dalam pembentukan protein.
  • Fosfor berfungsi untuk transfer energi dalam sel
Nitrogen
Nitrogen dalam air laut terdapat dalam berbagai bentuk senyawa, nitrogen yang paling banyak ditemukan adalah jenis N2 (N-molekuler), senyawa ini lebih banyak dari  pada NO2 (nitrit) dan NO3 (nitrat). Nitrogen memiliki peran yang cukup penting dalam berlangsungnya pembuatan protein. Karena nitrogen ini dapat menghasilkan asam amino yang berfungsi dalam pembentukan protein. Nitrogen ini diserap oleh tumbuhan dan kemudian tumbuhan tersebut dimakan oleh ikan laut. Dan kemudian nitrogen tersebut diubah menjadi protein hewani yang baik untuk manusia.
Oksigen Terlarut
Oksigen terlarut dalam air laut adalah berasal dari difusi udara, saluran air masuk ke laut, bisa berasal dari air hujan dan hasil fotosintesis tumbuhan laun. Kadar oksigen terlarut yang terdapat dalam air laut berbeda-beda hal ini disebabkan karena perbedaan suhu, tekenan atmosfer, salinitas dan turbelensi air.
Oksigen terlarut tersebut memiliki banyak manfaat antara lain:
  • Untuk pernafasan
  • Dibutuhkan pada saat metabolisme
  • Digunakan untuk oksidasi bahan organik dan non organik
Magnesium
Magnesium hidroksida dibentuk dari pengendapan didasar laut. Banyak yang sudah memanfaatkan magnesium ini sebagai obat maag dan digunakan untuk obat yang lain.
Manfaat magneksium :
  • Memperkuat tulang.
  • Menjaga detak jantung agar berjalan stabil.
  • Menjaka fungsi otot.
  • Baik untuk mengobati asma
  • Dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker otak.
  • Baik untuk gangguan ginjal
  • Membantu produksi sel darah merah yaitu dengan dengan mengikat oksigen dan hemoglobin.
  • Dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk.
  • dll
Mineral
Mineral air laut bermanfaat:
  • Membantu sistem pernafasan.
  • Menguatkan otot jantung
  • Memperlancar perdaran darah
  • Mambantu dalam proses pembentukan darah merah.
Demikian unlasan berkenaan dengan Kandungan Air Laut dan Manfaatnya, semoga dapat benrgmafaat.

Sumber: http://nyusandalan.com/kandungan-air-laut-dan-manfaatnya/

Rabu, 06 April 2016

Struktur Lapisan Bumi

Bumi tempat kita tinggal saat ini merupakan salah satu anggota tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km. Bumi berbentuk bulat pepat dengan jari-jari ± 6.370 km. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari delapan planet yang dekat dengan matahari.Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Jika bumi diiris maka akan tampak lapisan-lapisan seperti pada gambar di bawah ini :
Gambar 2.1 Struktur lapisan bumi
Lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1.) Kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan tanah dan batuan .Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup.Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajad Celcius.Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen (46,6%), Silikon (27,7%), Aluminium (8,1%), Besi (5,0%), Kalsium (3,6%) Natrium (2,8%), Kalium (2,6%) dan Magnesium (2,1%). Unsur–unsur tersebut membentuk satu senyawa yang disebut dengan batuan.
2.) Selimut atu Selubung Mantel
Selimut merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi.Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat.Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 derajat Celcius.
3.) Inti Bumi
Inti bumi terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900–5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC.Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4500oC.
Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira  100 km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkan gunungapi.Litosfer bersuhu dingin dan kaku.Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer.Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itu bersifat seperti fluida.Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu.Lapisan berikutnya mesosfer.Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer.Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.Permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas.Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang lebih cair.Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas, yang membuat lempeng-lempeng dapat bergerak, yang dapat menimbulkan getaran yang terjadi dipermukaan bumi.

Sumber : https://fiflowers.wordpress.com/geofisika/struktur-lapisan-bumi/

Rabu, 30 Maret 2016

Kandungan dan Unsur-unsur batu Permata Safir (Posting kembali artikel ke 6 yang terhapus, tanggal 23 Maret 2016)


Batu Safir / Sapphire (dalam bahasa Yunani: σάπφειρος; sappheiros, "batu biru"adalah batu permata dari mineral korundum, aluminium oksida (α-Al2O3), bila warna lain selain merah atau pink tua, dalam hal ini permata bukannya akan disebut ruby, melainkan dianggap sebagai batu permata yang berbeda yaitu tetap saja batu safir tetapi dengan warna yang berbeda, hal ini dikarenakan kandungan pada safir biru tersebut yang sama dengan safir warna yang berbeda. Jumlah elemen lain seperti besi, titanium, atau kromium dapat memberikan korundum biru, kuning, merah muda, ungu, oranye, atau warna kehijauan. Pink-oranye safir juga disebut padparadscha. kromium Murni adalah pengotor yang berbeda dari batu rubi. Namun, kombinasi dari misalnya krom dan titanium dapat memberikan safir dari warna yang berbeda dari merah.

Batu Safir umumnya dipakai sebagai perhiasan. Safir dapat ditemukan secara alami, dengan mencari melalui sedimen tertentu atau formasi batuan, atau mereka dapat diproduksi untuk keperluan industri atau hiasan di boule kristal besar. Karena kekerasan yang luar biasa dari batu safir (dan aluminium oksida secara umum), safir digunakan dalam beberapa aplikasi non-hias, termasuk komponen optik inframerah, seperti dalam instrumen ilmiah; tinggi daya tahan windows (juga digunakan pada instrumen ilmiah); arloji kristal; dan wafer elektronik sangat tipis, yang digunakan sebagai substrat isolasi elektronik solid-state sangat istimewa-tujuan (sebagian besar merupakan sirkuit terpadu).

Batu safir adalah salah satu dari dua atau tiga varietas permata-dari korundum, dengan satu lagi menjadi merah muda ruby merah atau mendalam. Meskipun biru adalah warna yang paling terkenal, safir terbuat dari korundum warna kecuali merah (merah yang disebut rubi) Sapphires mungkin juga tidak berwarna,. Dan mereka juga ditemukan dalam nuansa abu-abu dan hitam .

Negara Penghasil batu Safir / Sapphire

Harga safir alam bervariasi tergantung pada warna mereka, kejelasan, ukuran, memotong, dan kualitas secara keseluruhan - serta asal geografis mereka, anehnya. Kandungan safir signifikan ditemukan di Timur Australia, Thailand, Sri Lanka, Madagaskar, Afrika Timur, dan di Amerika Utara di beberapa lokasi, seperti di "Gem Mountain", dan di dalam atau di dekat Sungai Missouri di wilayah sekitar Helena, Montana. Sapphire dan rubi sering ditemukan bersama di daerah yang sama, tetapi satu permata biasanya lebih berlimpah.

Jenis warna batu Safir / Sapphire Gemstone
Warna dalam batu permata terbagi menjadi tiga komponen: hue, saturasi, dan nada. Hue ini paling sering dipahami sebagai "warna" dari batu permata. Saturasi mengacu pada kejelasan atau kecerahan atau "colorfulness" dari warna, dan nada adalah terang untuk gelap warna tersebut. Batu safir Biru ada di berbagai campuran warna yang primer (biru) dan sekunder, tingkat berbagai tonal (warna ) dan pada berbagai tingkat kejenuhan (kecerahan).

Blue safir dievaluasi berdasarkan kemurnian warna utama mereka. Ungu, violet, dan hijau adalah warna sekunder yang paling umum ditemukan di safir biru Violet dan ungu dapat berkontribusi secara keseluruhan keindahan warna,. Sementara hijau dianggap jelas negatif. Biru safir dengan sampai 15% violet atau ungu umumnya dikatakan kualitas baik. Biru safir dengan jumlah hijau sebagai warna sekunder tidak dianggap kualitas baik. Gray adalah pengubah jenuh normal atau masker yang ditemukan di batu safir biru. Gray mengurangi kejenuhan atau kecerahan dari hue dan oleh karena itu memiliki efek jelas negatif.

Warna biru safir halus dapat digambarkan sebagai violet gelap hidup menengah ke biru keunguan mana rona biru primer adalah minimal 85% dan warna sekunder tidak lebih dari 15% tanpa campuran sedikit rona sekunder hijau atau masker abu-abu.

The 423-karat (85 g) Logan safir di Museum Nasional Sejarah Alam, di Washington, DC, adalah salah satu aspek terbesar safir biru permata-kualitas yang ada.
Fancy warna safir
Safir hijau kuning dan juga sering ditemukan. Pink safir memperdalam dalam warna sebagai kuantitas meningkat kromium. Semakin dalam warna pink nilai mereka lebih tinggi moneter yang selama ini tren warna ke arah merah batu rubi.

Safir juga terjadi dalam nuansa oranye dan cokelat, dan safir berwarna kadang-kadang digunakan sebagai pengganti berlian perhiasan. Safir Padparadscha sering menarik harga lebih tinggi daripada banyak bahkan batu safir biru terbaik. Baru-baru ini, lebih banyak safir warna ini telah muncul di pasar sebagai hasil dari metode pengobatan baru buatan yang disebut "difusi kisi".

Safir perubahan warna
Berbagai safir langka, yang dikenal sebagai safir berubah warna, memperlihatkan warna yang berbeda dalam cahaya yang berbeda. safir Perubahan warna biru dalam cahaya luar dan ungu di bawah lampu pijar dalam ruangan, mereka juga dapat pink di siang hari untuk kehijauan di bawah lampu neon. Beberapa batu pergeseran warna baik dan lain-lain hanya sebagian, dalam beberapa batu pergi dari biru ke ungu kebiruan. Sementara perubahan warna safir berasal dari berbagai lokasi, gem kerikil Tanzania adalah sumber utama.

Beberapa sintetis warna-perubahan safir dijual sebagai "laboratorium" atau "sintetik" Alexandrite, yang akurat disebut berpura-pura Alexandrite (juga disebut Alexandrium) karena yang terakhir sebenarnya adalah jenis Chrysoberyl zat-yang sama sekali berbeda yang pleochroism berbeda dan banyak lebih jelas dari korundum warna-perubahan (safir).

Treatments (pengolahan) pada batu Safir / Sapphire
Batu Safir dapat diolah dengan beberapa metode untuk meningkatkan dan memperbaiki kejelasan dan warna. Ini adalah praktek umum untuk memanaskan safir alam untuk memperbaiki atau meningkatkan warna. Hal ini dilakukan dengan memanaskan safir di udara pada suhu antara 500 dan 1800 ° C selama beberapa jam, atau dengan pemanasan dalam suasana nitrogen-kekurangan oven selama tujuh hari atau lebih. Setelah pemanasan, batu itu menjadi lebih berwarna biru tapi kehilangan beberapa inklusi rutile (sutra). Ketika suhu panas tinggi yang digunakan, batu kehilangan semua sutra dan menjadi jelas di bawah perbesaran Bukti safir dan batu permata lainnya yang. Sasaran pemanasan kembali ke, setidaknya, zaman Romawi. Batu Un-dipanaskan cukup langka dan seringkali akan dijual disertai dengan sertifikat dari Gemological laboratorium independen yang menyatakan "tidak ada bukti perlakuan pemanasan".

Perawatan agak lebih kontroversial seperti yang biasa digunakan untuk menambah unsur pada batu safir untuk tujuan memperbaiki warna. Biasanya berilium yang menyebar ke safir dengan sangat panas tinggi, tepat di bawah titik leleh dari batu safir. Awalnya (c. 2000) safir oranye diciptakan dengan proses ini, walaupun sekarang proses telah maju dan banyak warna dari safir sering diperlakukan dengan berilium. Hal ini tidak etis untuk menjual batu safir berilium-diobati tanpa pengungkapan, dan harga harus jauh lebih rendah daripada permata alami atau yang telah ditingkatkan dengan panas saja.

Pengolahan batu dengan difusi permukaan umumnya disukai karena ketika batu chip atau repolished / refaceted lapisan mewarnai 'padparadscha' dapat dihapus. (Ada beberapa difusi diperlakukan batu di mana warna jauh lebih dalam dari permukaan, namun.) Masalahnya terletak pada kenyataan bahwa padparadschas dirawat di saat-saat yang sangat sulit untuk mendeteksi, dan mereka adalah alasan yang mendapatkan sertifikat dari reputasi Gemological lab (misalnya, Gubelin, SSEF, AGTA, dll) disarankan sebelum berinvestasi di dalamnya.

Menurut Komisi Federal pedoman Perdagangan, di Amerika Serikat, pengungkapan yang diperlukan dari setiap mode peningkatan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai permata itu.

Tambang Batu Safir / Sapphire
Batu Safir ditambang dari endapan aluvial atau dari pekerjaan bawah tanah primer. Lokasi pertambangan termasuk Myanmar, Madagaskar, Sri Lanka, Australia, Thailand, India, Pakistan, Afghanistan, Tanzania, Kenya, dan China. Batu safir Logan, Bintang India, dan Bintang Bombay berasal dari tambang Sri Lanka. Madagaskar adalah pemimpin dunia dalam produksi safir (per 2007) khusus deposito di dan sekitar kota Ilakaka Sebelum pembukaan tambang Ilakaka,. Australia merupakan produsen terbesar safir (seperti tahun 1987). [ Pada tahun 1991, sumber baru safir ditemukan pada Andranondambo, Madagaskar selatan. Daerah tersebut telah dimanfaatkan untuk safir dimulai pada tahun 1993, tapi itu praktis hanya ditinggalkan beberapa tahun kemudian -. karena kesulitan dalam memulihkan safir di batuan dasar mereka

Di Amerika Utara, safir telah ditambang sebagian besar dari endapan di sekitar Helena, Montana. Sebuah permata safir dan rubi beberapa kelas juga telah ditemukan di wilayah Franklin, NC

Deposito safir The Kashmir masih terkenal di industri permata, [22] meskipun fakta bahwa produksi puncak dari daerah ini sebagian besar terjadi dalam waktu yang relatif singkat pada akhir abad ke-20 ke-19 dan awal. [23]

Pada bulan Desember 2008, 12.11 kg (60.500 karat) "batu yang terutama terdiri dari korundum, dan mineral tambahan mungkin" [24] ditemukan di Wilayah Dodoma Tanzania
Sumber: http://brilliant-batumulia.blogspot.co.id/2013/12/kandungan-dan-unsur-unsur-batu-permata.html

Pengertian Meteorid, Meteor, dan Asteroid

Meteorid adalah fragmen/potongan materi yang mengorbit mengitari matahari. Meteorid-meteorid yang memasuki atmosfer bumi akan menyala karena gesekan udara dan menjadi meteor.
Meteorid yang terus jatuh menembus atmosfer dan mendarat di permukaan bumi di sebut meteorit. Terdapat sekitar 75 juta meteor yang yang memasuki atmosfer bumi setiap harinya, bergerak dengan kecepatan 35-39 km/detik. Sebuah meteor rata-rata membutuhkan 1 detik untuk terbekar seluruhnya.
Biasanya, meteorit yang merupakan gumpalan yang kecil, tetapi ada pula yang massanya sampai 34.000 kg seperti Meteorit Ahnighito yang ditemukan di Greenland, pada 1897. Sebuah meteor yang sangat besar pernah jatuh di Arizona sehingga membentuh kawah yang dikenal sebagai kawah Barringer (Barringer Crater) dengan diameter sekitar 1.400 m dan kedalaman sekitar 190 meter. Diperkirakan, massa meteor tersebut 50.000 ton.
Secara umum, Meteorit dibedakan atas dua macam, yaitu meteorit logam dan meteorit batuan. Meteorit logan memiliki komposisi 91% Fe, 8% Ni, dan sejumlah kecil Co, P, dan unsur-unsur lainnya. Adapun Meteorit batuan memiliki komposisi O (36%), Fe(26%), Si(18%), Mg(14%), dan sejumlah kecil unsur lainnya.
Setiap tahun ada sekitar 6 meteorit yang di selidiki pada saat jatuh ke bumi, dan selanjutnya ada 12-24 meteorit yang ditemukan tapi kejatuhannya tidak diobservasi. Jumlah meteorit yang sampai kepermukaan bumi setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500 meteorit. Meteorit terkecil yang pernah ditemukan adalah meteorit Ras Tanura, yang jatuh di Arab saudi pada tahun 1961, dengan berat 6 gram. Adapun meteorit terbesar yang pernah ditemukan adalah meteorit Hoba West, yang jatuh di Grootfontien, Afrika Barat Daya pada zaman prasejarah, dengan berat sekitar 60.000 kilogram.

Planet-planet kecil (asteroid/planetoid)

Planet-planet kecil disebut juga asteroid atau planetoid. Suatu asteroid yang di temukan lebih dulu diberi tanda nomor sedangkan untuk menyatakan waktu penemuannya. Bila alur orbitnya telah dapat ditentukan, asteroid tersebut diberikan nomor permanen dan dan penemunya boleh memberi nama untuk asteroid tersebut.
Asteroid merupakan batu-batuan besar yang bergerak mengelilingi matahari dengan kala revolusi rata-rata 4 sampai 6 bulan. Arah revolusi asteroid sama dengan arah revolusi planet. Umumnya, lintasan pergerakkan asteroid dalam menglilingi matahari berbentuk lingkaran, berbentuk elips, memiliki orbit yang menyimpang, dan berimpit dengan planet Jupiter. Akan tetapi, beberapa asteroid mempunyai lintasan pergerakan menonjol. Sebuah asteroid yang bororbit lonjong dan pernah mendekati ke laut bumi adalah asteroid Icarus.
Seseorang astronom dari Sisilia pada tanggal 1 januari 1801, namun hanya 30 buah yang memiliki garis tengah lebih dari 200 km. Hingga 2010, diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tata surya berjumlah antara 1,1 juta sampai 1,9 juta. Asteroid yang orbitnya memotong Bumi disenut asreorid Apollo. Asteorid Apollo jumlahnya sebanyak 23 asteroid. Adapun asteroid yang memotong orbit Mars jumlahnya 75 buah dan asteroid yabg mengikuti Jupiter di dalam orbit desibut Trojan dengan jumlah 16 asteroid. Jumlah asteroid Trojan begitu banyak sehingga nampak sperti pita.
Alur utama asteroid
Kebanyakan planet kecil di temukan di daerah alur utama asteriod, yang terletak antara alur orbit satu planet mars dan yupiter, kira-kira 2,2 – 3,3 AU jauhnya dari matahari. Satu AU (Astronomical Unit) atau satuan astronomis sama dengan 150.000.000 km. diperkirakan bahwa jumlah asteroid yang terdapat dalam alur ini sebanyak 40.000 – 50.000 buah. Hampir 3.000 asteroid dari jumlah tersebut telah ditentukan alur orbitnya.
Asteroid-asteroid dengan orbit terdekat ke matahari
Terdapat tiga jenis asteroid yang mengorbit paling dekat ke matahari, di bandingkan asteroid-asteroid pada jalur utama. Diperkirakan bahwa asteroid-asteroid yang mengorbit dekat ke matahari ada lebih 1.000 buah, dengan diameter antara 0,5 – 35 km. jenis-jenis asteroid adalah sebagai berikut.
Jenis apollo, alur orbitnya berpotongan dengan alur orbit bumi.
Jenis amor, alur orbitnya tidak berpotongan dengan alur orbit bumi.
Jenis aten, biasanya alur orbitnya terletak di dalam alur orbit bumi.
Massa total asteroid yang terdapat dalam alur utama asteroid sekitar 2,4 hingga 3×1912 kg. jumlah ini setara dengan 1/25 kali massa bulan atau 1/2500 kali massa bumi. Asteroid terbesar Ceres, mempunyai massa kira-kira 9,43 x 1020 kg. hampir separuh dari massa total asteroid.
Planet minor adalah benda langit yang berada pada orbit mengililingi matahari yang bukan planet dan komet. Dari definisi ini berarti asteroid adalah termasuk planet minor. Planet minor yang pertama ditemukan adalah Ceres, pada tahun 1801.
Ceres ini juga dikenal dengan asteroid yang paling besar. Ceres ini disebut juga planet kerdil (dwarf planet), dan dapat juga disebutkan sebagai asteroid.Sejak itu, lebih dari 200.000 planet minor ditemukan, kebanyakan berada dalam sabuk asteroid. Jadi planet minor temasuk kedalam asteroid.
Sumber: http://ilmusosial.net/meteorid-meteor dan-asteroid.html

Selasa, 15 Maret 2016

Biokimia

biokimia
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia yang ada kaitannya dengan organisme hidup. Biokimia berhasil menjelaskan proses hidup pada makhluk hidup. Secara tidak langsung, biokimia merupakan salah satu disiplin ilmu dari kimia organik dan sains biologi. Fokus utama biokimia adalah untuk memahami bagaimana molekul biologis menimbulkan proses-proses yang terjadi dalam sel, yang pada akhirnya memberikan pemahaman besar tentang sebuah organisme. Biokimia diterapkan dalam bidang kedokteran, ahli gizi, dan pertanian.
Biokimia berkaitan erat dengan biologi molekuler, yaitu studi tentang mekanisme molekul dengan informasi genetik yang disimpan dalam DNA. Biologi molekuler dapat dianggap sebagai cabang biokimia atau biokimia sebagai alat yang dapat digunakan untuk menyelidiki dan mempelajari biologi molekuler. Biokimia juga berkaitan dengan struktur, fungsi, dan interaksi biologi makromolekul seperti protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid yang memberikan banyak fungsi yang terkait dengan kehidupan.

1. Sejarah Perkembangan Biokimia

Pada awalnya, banyak orang percaya bahwa makhluk hidup hanya bisa menghasilkan molekul hidup. Kemudian, pada tahun 1828, Friedrich Wöhler menerbitkan sebuah makalah tentang sintesis urea. Hal ini membuktikan bahwa senyawa organik dapat diciptakan oleh makhluk hidup.
Pada tahun 1833, Anselme Payen menemukan enzim amilase. Eduard Buchner berhasil melakukan proses biokimia yang kompleks di luar sel pada tahun 1896 yaitu fermentasi alkohol di ekstrak sel ragi. Meskipun istilah “biokimia” pertama kali digunakan pada tahun 1882, tetapi istilah tersebut baru resmi diterima pada tahun 1903. Pada abad ke-20, biokimia berembang pesat seiring dengan penemuan teknologi baru seperti kromatografi, difraksi sinar X, mikroskop elektron, dll. Teknologi ini memungkinkan penelitian yang lebih rinci tentang berbagai molekul dan jalur metabolik sel seperti glikolisis dan siklus krebs.
Salah satu penemuan yang sangat berkontribusi pada perkembangan biokimia adalah penemuan gen dan perannya dalam pengiriman informasi di dalam sel. Ini merupakan bagian dari biologi molekuler. Pada tahun 1950, James D. Watson, Francis Crick, Rosalind Franklin, dan Maurice Wilkins berperan dalam memecahkan struktur DNA dan menunjukkan hubungan DNA dengan transfer informasi genetik. Pada tahun 1958, George Beadle dan Edward Tatum menerima Hadiah Nobel saat meneliti jamur dan menemukan pendapat bahwa satu gen menghasilkan satu enzim. Pada tahun 1988, Colin Pitchfork adalah orang pertama yang dihukum karena pembunuhan dengan DNA sebagai bukti. Hal ini menyebabkan perkembangan ilmu forensik semakin berkembang.

2. Unsur-Unsur Kimia dalam Kehidupan

Terdapat 92 unsur-unsur kimia alami yang penting untuk kehidupan. Sebagian besar elemen langka di bumi tidak dibutuhkan oleh kehidupan kecuali selenium dan yodium. Sementara itu, beberapa yang umum seperti aluminium dan titanium tidak digunakan oleh kehidupan. Semua hewan membutuhkan sodium, tetapi beberapa tanaman tidak. Tanaman membutuhkan boron dan silikon, tetapi hewan tidak atau dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit.
Enam unsur kimia—karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, kalsium, dan fosfor—membentuk hampir 99% dari massa tubuh manusia. Selain enam unsur utama yang membentuk sebagian besar tubuh manusia, manusia juga membutuhkan 18 unsur lainnya namun dalam jumlah yang lebih kecil.

3. Biomolekul

Empat molekul utama dalam biokimia (yang disebut biomolekul) adalah karbohidrat, lipid (lemak), protein, dan asam nukleat. Banyak molekul biologis merupakan polimer.

3.1. Karbohidrat

Karbohidrat terdiri dari beberapa monomer yang disebut monosakarida. Beberapa jenis monosakarida tersebut adalah glukosa, fruktosa, deoksiribosa, dll. Unsur yang menyusun karbohidrat adalah karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat merupakan sumber energi bagi makhluk hidup.

3.2. Lipid

Lipid (lemak) terdiri dari satu gliserol dan trigliserida. Trigliserida terdiri dari satu molekul gliserol dan tiga asam lemak. Asam lemak dianggap sebagai monomer, dan mungkin jenuh (tidak ada ikatan rangkap dalam rantai karbon) atau tidak jenuh (satu atau lebih ikatan ganda dalam rantai karbon). Unsur penyusun lipid yaitu karbon, hidrogen, dan oksigen. Lipid, terutama fosfolipid, banyak digunakan dalam berbagai produk farmasi.

3.3. Protein

Protein adalah molekul yang sangat besar dan terdiri dari monomer yang disebut asam amino. Terdapat 20 jenis asam amino baik yang esensial maupun yang non esensial. Ketika asam amino bergabung, mereka membentuk ikatan khusus yang disebut ikatan peptida dan menjadi menjadi polipeptida atau protein.

3.4. Asam Nukleat

Asam nukleat adalah molekul yang menyusun DNA. DNA adalah zat yang sangat penting karena fungsinya untuk menyimpan informasi genetik. Asam nukleat yang paling umum adalah asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).
Monomer asam nukleat disebut nukleotida. Nukleotida yang paling umum adalah adenin, sitosin, guanin, timin, dan urasil. Adenin berikatan dengan timin dan urasit. Timin hanya mengikat adenin. Sitosin dan guanin hanya dapat saling mengikat satu sama lain.

4. Hubungan Biokimia dengan Ilmu Biologi Lainnya

Saat ini, istilah biologi molekuler dan biokomia hampir dianggap sama. Berikut adalah hubungan biokimia dengan ilmu biologi lainnya:
  1. Genetika adalah studi tentang pengaruh perbedaan genetik pada organisme.
  2. Biologi molekuler adalah studi tentang dasar-dasar molekul pada proses replikasi, transkripsi, dan terjemahan dari materi genetik.
  3. Biologi kimia berusaha untuk mengembangkan alat baru berdasarkan molekul yang memungkinkan gangguan dari sistem biologis sambil memberikan informasi tentang fungsi mereka.
5. Manfaat Biokimia



Di bidang kesehatan dan pengobatan, biokimia menyelidiki penyebab suatu penyakit beserta obatnya. Dalam bidang nutrisi, biokimia mempelajari bagaimana cara untuk menjaga kesehatan dengan makanan dan mempelajari efek dari kekurangan nutrisi. Di bidang pertanian, biokimia menyelidiki tanah dan pupuk serta mencoba untuk menemukan cara untuk meningkatkan budidaya tanaman, penyimpanan tanaman, dan pengendalian hama.

Sumber :
http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/03/biokimia-artikel-lengkap.html

Senin, 07 Maret 2016

Pengertian Korosi, Penyebab, Cara Pencegahan, Proses Terjadinya, Besi, Logam, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Kimia

Pengertian Korosi, Penyebab, Cara Pencegahan, Proses Terjadinya, Besi, Logam, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Kimia - Aplikasi lain dari prinsipelektrokimia adalah pemahaman terhadap gejala korosi pada logam dan pengendaliannya. Berdasarkan data potensial reduksi standar, diketahui bahwa logam-logam selain emas umumnya terkorosi (teroksidasi menjadi oksidanya).

1. Definisi / Pengertian Korosi

Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif, yaitu lingkungan yang lembap (mengandung uap air) dan diinduksi oleh adanya gas O2, CO2, atau H2S. Korosi dapat juga terjadi akibat suhu tinggi. Korosi pada logam dapat juga dipandang sebagai proses pengembalian logam ke keadaan asalnya, yaitu bijih logam. Misalnya, korosi pada besi menjadi besi oksida atau besi karbonat.

4Fe(s) + 3O2(g) + 2nH2O(l) → 2Fe2O3.nH2O(s)
Fe(s) + CO2(g) + H2O(l) → Fe2CO3(s) + H2(g)

Oleh karena korosi dapat mengubah struktur dan sifat-sifat logam maka korosi cenderung merugikan. Diperkirakan sekitar 20% logam rusak akibat terkorosi pada setiap tahunnya.

Logam yang terkorosi disebabkan karena logam tersebut mudah teroksidasi. Menurut tabel potensial reduksi standar, selain logam emas umumnya logam-logam memiliki potensial reduksi standar lebih rendah dari oksigen.

Jika setengah reaksi reduksi logam dibalikkan (reaksi oksidasi logam) digabungkan dengan setengah reaksi reduksi gas O2 maka akan dihasilkan nilai potensial sel, Esel positif. Jadi, hampir semua logam dapat bereaksi dengan gas O2 secara spontan.

Beberapa contoh logam yang dapat dioksidasi oleh oksigen ditunjukkan pada persamaan reaksi berikut.

4Fe(s) + O2(g) + 2nH2O(l) → 2Fe2O3.nH2O(s)
Esel = 0,95 V
Zn(s) + O2(g) + 2H2O(l) → Zn(OH)4(s)
Esel = 0,60 V

2. Mekanisme / Proses Terjadinya Korosi pada Besi

Oleh karena besi merupakan bahan utama untuk berbagai konstruksi maka pengendalian korosi menjadi sangat penting. Untuk dapat mengendalikan korosi tentu harus memahami bagaimana mekanisme korosi pada besi. Korosi tergolong proses elektrokimia, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.
korosi
Gambar 1. Proses korosi pada besi.
Besi memiliki permukaan tidak halus akibat komposisi yang tidak sempurna, juga akibat perbedaan tegangan permukaan yang menimbulkan potensial pada daerah tertentu lebih tinggi dari daerah lainnya. Pada daerah anodik (daerah permukaan yang bersentuhan dengan air) terjadi pelarutan atom-atom besi disertai pelepasan elektron membentuk ion Fe2+ yang larut dalam air.

Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e

Elektron yang dilepaskan mengalir melalui besi, sebagaimana elektron mengalir melalui rangkaian luar pada sel volta menuju daerah katodik hingga terjadi reduksi gas oksigen dari udara:

O2(g) + 2H2O(g) + 2e → 4OH(aq)

Ion Fe2+ yang larut dalam tetesan air bergerak menuju daerah katodik, sebagaimana ion-ion melewati jembatan garam dalam sel volta dan bereaksi dengan ion-ion OH membentuk Fe(OH)2. Fe(OH)2 yang terbentuk dioksidasi oleh oksigen membentuk karat.

Fe2+(aq) + 4OH(aq) → Fe(OH)2(s)
2Fe(OH)2(s) + O2(g) → Fe2O3.nH2O(s)

Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai berikut (lihat mekanisme pada Gambar 2) :

4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O(l)
2Fe2O3.nH2O(s)


Karat

Akibat adanya migrasi ion dan elektron, karat sering terbentuk pada daerah yang agak jauh dari permukaan besi yang terkorosi (lubang). Warna pada karat beragam mulai dari warna kuning hingga cokelat merah bahkan sampai berwarna hitam. Warna ini bergantung pada jumlah molekul H2O yang terikat pada karat.
Mekanisme korosi pada besi
Gambar 2. Mekanisme korosi pada besi.
Emas dengan potensial reduksi standar 1,5 V lebih besar dibandingkan potensial reduksi standar gas O2 (1,23 V) sehingga emas tidak terkorosi di udara terbuka. Di alam emas terdapat sebagai logam murni.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi / Penyebab Korosi

Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi, Anda tentu dapat menyimpulkan faktor-faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi dapat dihindari.

Percobaan / Praktikum Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi

Tujuan :

Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi.

Alat :
  1. Tabung reaksi
  2. Paku
  3. Ampelas
Bahan :
  1. Air
  2. CaCl2
  3. Oli
  4. NaCl 0,5%
  5. Aseton
Langkah Kerja :

praktikum korosi

  1. Sediakan 5 buah tabung. Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya sudah diampelas dan dibersihkan dengan aseton.
  2. Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara.
  3. Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan tabung ditutup rapat.
  4. Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut, yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup rapat.
  5. Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara maupun uap air yang masuk.
  6. Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0,5% (sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara.
  7. Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari selama 3 hari.
Pertanyaan :
  1. Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak berkarat?
  2. Apa kesimpulan Anda tentang percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.
Setelah dibiarkan beberapa hari, logam besi (paku) akan terkorosi yang dibuktikan oleh terbentuknya karat (karat adalah produk dari peristiwa korosi). Korosi dapat terjadi jika ada udara (khususnya gas O2) dan air. Jika hanya ada air atau gas O2 saja, korosi tidak terjadi. Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses korosi. Hal ini disebabkan dalam larutan garam terdapat ion-ion yang membantu mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil oksidasi.

Kekerasan karat meningkat dengan cepat oleh adanya garam sebab kelarutan garam meningkatkan daya hantar ion-ion oleh larutan sehingga mempercepat proses korosi. Ion-ion klorida juga membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan ion Fe3+. Faktor ini cenderung meningkatkan kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi.

4. Pengendalian / Cara Pencegahan Korosi

Korosi logam tidak dapat dicegah, tetapi dapat dikendalikan seminimal mungkin. Ada tiga metode umum untuk mengendalikan korosi, yaitu pelapisan (coating), proteksi katodik, dan penambahan zat inhibitor korosi.

a. Metode Pelapisan (Coating)

Metode pelapisan adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam besi. Misalnya, dengan pengecatan atau penyepuhan logam. Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Kedua logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi) sehingga besi terlindung dari korosi. Pasivasi adalah pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut.

Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir), tetapi seng tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah, melainkan berkorban demi besi. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi, seperti dapat dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya:

Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e
Eo = –0,44 V
Fe(s) → Fe2+(g) + 2e
Eo = –0,76 V

Oleh karena itu, seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Jika pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan normal (tanpa seng). Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi. Baja stainless steel terdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil krom dan nikel. Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga tidak terkorosi.

b. Proteksi Katodik

Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk mengendalikan korosi besi yang dipendam dalam tanah, seperti pipa ledeng, pipa pertamina, dan tanki penyimpan BBM. Logam reaktif seperti magnesium dihubungkan dengan pipa besi. Oleh karena logam Mg merupakan reduktor yang lebih reaktif dari besi, Mg akan teroksidasi terlebih dahulu. Jika semua logam Mg sudah menjadi oksida maka besi akan terkorosi. Proteksi katodik ditunjukkan pada Gambar 3.
Proses katodik
Gambar 3. Proses katodik dengan menggunakan logam Mg.
Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut.

Anode
:
2Mg(s) → 2Mg2+(aq) + 4e
Katode
:
O2(g) + 2H2O(l) + 4e → 4OH(aq)
Reaksi
:
2Mg(s) + O2(g) + 2H2O → 2Mg(OH)2(s)

Oleh sebab itu, logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru dan selalu diperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi hidroksidanya.

c. Penambahan Inhibitor

Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi. Inhibitor korosi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pengendaliannya, yaitu inhibitor anodik, inhibitor katodik, inhibitor campuran, dan inhibitor teradsorpsi.

1) Inhibitor anodik

Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Contoh inhibitor anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan senyawa molibdat.

2) Inhibitor katodik

Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik, misalnya penangkapan gas oksigen (oxygen scavenger) atau pengikatan ion-ion hidrogen. Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin, tannin, dan garam sulfit.

3) Inhibitor campuran

Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses di katodik dan anodik secara bersamaan. Pada umumnya inhibitor komersial berfungsi ganda, yaitu sebagai inhibitor katodik dan anodik. Contoh inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat, molibdat, dan fosfat.

4) Inhibitor teradsorpsi

Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam. Contoh jenis inhibitor ini adalah merkaptobenzotiazol dan 1,3,5,7–tetraaza–adamantane.


http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/07/pengertian-korosi-penyebab-cara-pencegahan.html

Selasa, 01 Maret 2016

seputar tentang sinar-x dan penemunya

SINAR –X
Sinar –x adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 10-8 -10-12 m dan frekuensi sekitar 1016 -1021 Hz.sinar ini dpat menembus benda-benda lunak seperti daging dan kulit tetapi tidak dapat menembus benda-benda keras seperti tulang,gigi,dan logam.Sinar x sering di gunakan di berbagai bidang seperti bidang kedokteran,fisika,kimia,mineralogy,metarulugi,dan biologi.
Sinar x di temukan secara tidak sengaja oleh Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923).Ilmuwan Jerman pada November 1895.Pada waktu itu,Rontgen sedang mempelajari pancaran electron dari tabung katode.Lempeng logam yang letaknya di dekat tbung katode memencarkan sinar flueresens selama electron di alirkan.Oleh sebab itu,Rontgen menyimpulkan bahwa sinar tersebut di sebabkan oleh radiasi dari suatu atom.karena tidak di kenal dalm ilmu,maka Rontgen memberikan nama dengan sebutan SINAR X.
ADAPUN MANFAAT SINAR X,yaitu :
*dalam ilmu kedokteran,sinar x dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang,gigi serta organ tubuh yang lain tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien.
Biasanya,masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan ‘’FOTO RONTGEN’’.Selain bermanfaat,sinar x mempunyai efek/dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara berlebihan maka akan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya,misalnya kanker.Oleh sebab itu para dokter tidak menganjurkan terlalu sering memakai ‘’FOTO RONTGEN’’ secara berlebihan.
73 WILHELM CONRAD RONTGEN 1845-1923

Wilhelm Rontgen ca. 1895. Inset: Radiograph tangan Nyonya Rontgen’s.
Bisakah pembaca bayangkan andaikata dunia tak punya alat Rontgen? Nyaris mustahil! Wilhelm Conrad Rontgen si penemu sinar X dilahirkan tahun 1845 di kota Lennep, Jerman. Dia peroleh gelar doktor tahun 1869 dari Universitas Zurich. Selama sembilan belas tahun sesudah itu, Rontgen bekerja di pelbagai universitas, dan lambat laun peroleh reputasi seorang ilmuwan yang jempol. Tahun 1888 dia diangkat jadi mahaguru bidang fisika dan Direktur Lembaga Fisika Universitas Wurburg. Di situlah, tahun 1895, Rontgen membuat penemuan yang membuat namanya kesohor.
Tanggal 8 Nopember 1895 Rontgen lagi bikin percobaan dengan “sinar cathode.” Sinar cathode terdiri dari arus electron. Arus diprodusir dengan menggunakan voltase tinggi antara elektrode yang ditempatkan pada masing-masing ujung tabung gelas yang udaranya hampir dikosongkan seluruhnya. Sinar cathode sendiri tidak khusus merembes dan sudah distop oleh beberapa sentimeter udara. Pada peristiwa ini Rontgen sudah sepenuhnya menutup dia punya tabung sinar cathode dengan kertas hitam tebal, sehingga biarpun sinar listrik dinyalakan, tak ada cahaya yang bisa terlihat dari tabung. Tetapi, tatkala Rontgen menyalakan arus listrik di dalam tabung sinar cathode, dia terperanjat melihat bahwa cahaya mulai memijar pada layar yang terletak dekat bangku seperti distimulir oleh sinar lampu. Dia padamkan tabung dan layar (yang terbungkus oleh barium platino cyanide) cahaya berhenti memijar. Karena tabung sinar cathode sepenuhnya tertutup, Rontgen segera sadar bahwa sesuatu bentuk radiasi yang tak kelihatan mesti datang dari tabung ketika cahaya listrik dinyalakan. Karena ini merupakan hal yang misterius, dia sebut radiasi yang tampak itu “sinar X.” Adapun “X” merupakan lambang matematik biasa untuk sesuatu yang tidak diketahui.
Tergiur oleh penemuannya yang kebetulan itu, Rontgen menyisihkan penyelidikan-penyelidikan lain dan pusatkan perhatian terhadap penelaahan hal-ihwal yang terkandung dalam “sinar X.” Sesudah beberapa minggu kerja keras, dia menemukan bukti-bukti lain seperti ini: (1) sinar X bisa membikin sinar pelbagai benda kimia selain “barium platinocyanide.” (2) sinar X dapat menerobos melalui pelbagai benda yang tak tembus oleh cahaya biasa. Khusus Rontgen menemukan bahwa sinar X dapat menembus langsung.

Sumber :
https://elektromedik.wordpress.com/seputar-tentang-sinar-x-dan-penemunya/

Minggu, 21 Februari 2016

Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi

Minyak atsiri dari jeruk purut dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan. Namun sebelum menjelaskan tentang proses penyulingan tersebut, ada baiknya jika meninjau lebih jauh tentang tanaman jeruk purut ini.

JerukPurut Penghasil Minyak Atsiri

Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi
Jeruk purut adalah salah satu anggota suku jeruk-jerukan, Rutacea, dari jenis Citrus. Nama latinnya adalah Citrus hystrix. Buahnya tidak umum dimakan, karena tak enak rasanya. Banyak mengandung asam dan berbau wangi agak keras.  Tinggi pohonnya antara 2-12 meter. Batangnya agak kecil, bengkok atau bersudut dan bercabang rendah. Batang yang telah tua berbentuk bulat, berwarna hijau tua, polos atau berbintik-bintik. Daun jeruk purut berwarna hijau kekuningan dan berbau sedap. Bentuknya bulat dengan ujung tumpul dan bertangkai. Tangkai daun bersayap lebar, sehingga hampir menyerupai daun. Daun ini banyak dipakai untuk bumbu masakan. Buah jeruk purut lebih kecil dari kepalan tangan, bentuknya seperti buah pir, tetapi banyak tonjolan dan berbintil. Kulit buahnya tebal dan berwarna hijau. Buah yang matang benar berwarna sedikit kuning. Warna daging buahnya hijau kekuningan, rasanya sangat masam dan agak pahit.

Proses Penyulingan dan Ekstraksi Minyak Atsiri

Jika daun jeruk purut itu disuling, dihasilkan minyak atsiri yang dari tidak berwarna (bening) sampai kehijauan (tergantung cara ekstraksi), minyak atsiri berbau harum mirip bau daun (jeruk purut). Minyak atsiri hasil destilasi (penyulingan) menggunakan uap mengandung 57 jenis komponen kimia. Yang utama dan terpenting adalah sitronelal dengan jumlah 81, 49%, sitronelol 8,22%, linalol 3,69% dan geraniol 0,31%. Komponen lainnya ada dalam jumlah yang sedikit.
Ekstrasi yang dilakukan menggunakan pelarut meliputi persiapan bahan, mencampur, mengaduk dan memanaskan bahan dan pelarut serta memisahkan pelarut dari minyak atsiri. Metode ekstraksi yang digunakan antara lain destilasi uap, destilasi dengan cara Likens-Nickerson, maserasi dan perkolasi.
Pelarut yang banyak digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri adalah etanol, heksana, etilen diklorida, aseton, isopropanol dan metanol. Penyulingan atau destilasi uap dilakukan dengan cara menimbang daun jeruk purut sesuai dengan kapasitas tangki penyulingan, kemudian dirajang (dipotong kecil-kecil). Proses penyulingan minyak atsiri dilakukan selama 6 jam. Minyak atsiri yang diperoleh dipisahkan dari air dengan menggunakan labu pemisah minyak. Destilasi menggunakan alat yang sama dengan destilasi uap, hanya rajangan daun jeruk purut langsung dicampur dengan air dan dididihkan. Dalam destilasi uap, rajangan dipisahkan dari air mendidih oleh suatu kawat kasa, hingga hanya terkena uapnya. Proses penyulingan dan pemisahan minyak atsirinya juga sama.
Cara Likens-Nickerson (alatnya disebut ekstraktor Lickens-Nickerso) merupakan ekstraksi minyak atsiri dalam skala laboratorium. Rajangan daun jeruk purut dicampur dengan air suling, lalu diletakkan dalam labu erlenmeyer 1 liter. Pelarut ditempatkan dalam labu didih 50 ml (labu ini berhubungan dengan labu erlenmeyer melalui pipa gas dan kondensor). Kedua labu dipanaskan sampai mendidih hingga minyak atsiri tersuling secara simultan selama 3 jam. Pemisahan minyak atsiri dari pelarutnya dilakukan dengan penguapan pada tekanan rendah. Pada cara maserasi, daun jeruk purut yang telah dihancurkan direndam dalam tangki tertutup dan didiamkan beberapa hari. Selama itu dilakukan pengadukan beberapa kali supaya larutan minyak atsiri merata. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengepresan, hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan pengendapan atau penyaringan. Sedangkan perkolasi adalah melarutkan minyak atsiri dari hancuran daun jeruk purut dengan pelarut yang mengalir. Seperti halnya maserasi, daun dihancurkan lebih dulu supaya ekstraksi berlangsung lebih cepat. Hancuran jeruk purut itu kemudian dialiri dengan pelarut pada sebuah perkolator. Setelah proses dianggap selesai, cairan yang diperoleh dipisahkan minyak atsirinya dengan cara penyulingan.


http://artikelkimia.com/minyak-atsiri-dari-daun-jeruk-purut-proses-penyulingan-dan-ekstraksi.html