Sabtu, 30 April 2016

Zat Warna pada Kimia

Warna dari zat-zat kimia adalah sifat fisika dari zat-zat kimia yang dalam banyak kasus berasal dari eksitasi elektron karena penyerapan energi yang dilakukan oleh zat kimia tersebut. Apa itu terlihat oleh mata bukan terserap oleh warna, tetapi warna komplementer dari penghapusan pajang gelombang yang terserap.
     Studi struktur kimia atas bantuan penyerapan dan pelepasan energi umumnya dikenal sebagai spektroskopi.
Teori
Semua atom dan molekul mampu menyerap
dan melepaskan energi dalam bentuk foton,
yang diiringi dengan perubahan keadaan
kuantum. Jumlah energi yang diserap adalah
perbedaan antara energi-energi dari dua
keadaan kuantum. Ada beberapa tipe
kuantum, termasuk, misalnya, keadaan rotasi
dan fibrasi dari suatu molekul. Namun
pelepasan energi tampak pada mata manusia,
secara umum disebut sebagai cahaya tampak,
spin panjang gelombang kira-kira 380 nm
sampai 760 nm, bergantung pada individu,
dan foton dalam jangkauan ini biasanya
seiring dengan perubahan keadaan kuantum
pada atom atau orbital molekul. Persepsi
cahaya diatur oleh tiga jenis reseptor warna
pada mata, yang sensitif terhadap jangkauan
berbeda dari panjang gelombang dalam pita
spektrum tertentu yang terdapat
di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna
putih). Identitas suatu warna ditentukan
panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai
contoh warna biru memiliki panjang gelombang
460 nanometer. Panjang gelombang warna
yang masih bisa ditangkap mata manusia atau
daerah tampak spektrum dari radiasi
elektromagnetik berkisar antara 380-780
nanometer.  Radiasi yang tersebar secara
merata akan tampak sebagai cahaya putih dan
yang akan terurai dalam warna – warna
spektrum bias dengan adanya penyaringan oleh
prisma atau kisi – kisi pelontaran (difraction
grating) yang dipersepsikan sebagai sinar
cosmik/foton (lembayung, indigo, biru, hijau,
kuning, jingga, merah).
Warna merupakan hasil dari suatu perangkat
kompleks (dari) respon faali maupun psikologis
terhadap panjang gelombang tampak, yang
jatuh pada retina (selaput jala) mata.
Penginderaan warna ditimbulkan oleh pelbagai
proses fisis. Hitam dianggap sebagai
ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna.
Sementara putih dianggap sebagai representasi
kehadiran seluruh gelombang warna dengan
proporsi seimbang. Jika panjang gelombang
dengan rentang ( range) sempit jatuh pada
retina akan diamati warna – warna
individu.Hubungan antara warna yang terserap
dengan warna tampak dijelaskan secara rinci
oleh Mohler yang dapat disimpulkan bahwa
tiap – tiap warna terletak pada daerah panjang
gelombang yang sempit, dimana pasangan dari
warna terserap dan warna tampak panjang
gelombang yang sama atau disebut warna
pelengkap/ komplementer atau warna
pengurangan/ subtraksi.
Hubungan antara penyerapan cahaya dengan
panjang gelombang dikemukakan dengan
menggabungkan hukum Lambert dan Hukum
Beer yang didukung oleh aturan Kubelka-Munk.
Berkebalikan dengan teori warna, di dalam
teori pigmen sensasi putih dianggap sebagai
absennya seluruh pigmen.
Teori Brewster pertama kali dikemukakan pada
tahun 1831. Teori ini menyederhanakan warna-
warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok
warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier,
dan warna netral. Kelompok warna ini sering
disusun dalam lingkaran warna brewster.
Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan
teori kontras warna (komplementer), split
komplementer, triad, dan tetrad.
Pada tahun 1876 Witt menyatakan bahwa
molekul zat warna merupakan gabungan dari
zat organik yang tidak jenuh, kromofor sebagai
pembawa warna dan auksokrom sebagai
pengikat antara warna dengan serat. Secara
lebih luas  zat warna tersusun dari hidrokarbon
tak jenuh, Chromogen, Auxocrome dan  zat
aditif ( migration, levelling, wetting agent, dsb) .
Zat organik tak jenuh umumnya berasal dari
senyawa aromatik dan derivatifnya (benzene,
toluene, xilena, naftalena, antrasena, dsb.),
Fenol dan derivatifnya (fenol, orto/meta/para
kresol, dsb.), senyawa mengandung nitrogen
(piridina, kinolina, korbazolum, dsb).
Chromogen adalah senyawa aromatik yang
berisi Chromopores (Yunani :chroma “warna ”;
phoros, “mengemban ”) yaitu gugus tak jenuh
yang dapat menjalani transisi p ® p dan n ® p
(teori eksitasi transisi elektron). Khromofor
merupakan zat pemberi warna yang berasal
daari radikal kimia, seperti ; Kelompok nitroso
: -NO, Kelompok nitro : -NO , Kelompok azo :
-N=N, Kelompok ethyline : >C=C<, Kelompok
carbonyl : >C=O, Kelompok carbon – nitrogen
: >C=NH dan –CH=N-, Kelompok belerang :
>C=S dan ->C-S-S-C<. Macam – macam zat
warna dapat diperoleh dari penggabungan
radikal kimia tersebut dengan senyawa kimia
lain. Sebagai contoh kuning jeruk (orange)
diperoleh dari radikal ethylene yang bergabung
dengan senyawa lain membentuk
Hydrokarbon  dimethyl fulvene.
Auxochrome, (Yunani ; auxanein ,
“meningkatkan”) yaitu gugus yang tidak dapat
menjalani transisi p ® p tetapi dapat menjalani
transisi elektron n. Auksokrom
merupakan gugus yang dapat meningkatkan
daya kerja khromofor sehingga optimal dalam
pengikatan. Auksokrom terdiri dari golongan
kation yaitu –NH , -NH Me, – N Me seperti –
NMe Cl , golongan anion yaitu SO3H-, -OH,
-COOH, seperti –O ; -SO ,
dsb. Auxochrome juga merupakan radikal yang
memudahkan terjadinya pelarutan: -COOH atau
–SO H. dapat juga berupa kelompok
pembentuk garam: – NH atau –OH.
Kebanyakan zat organik berwarna adalah
hibrida resonansi dari dua struktur atau lebih.
Penggolongan zar warna dapat dikatagorikan
bermacam – macam menurut parameter yang
dijadikan rujukan, sebagai contoh
penggolongan zat warna berdasarkan cara
diperolehnya, yaitu:
·         Zat warna alam
Zat warna yang berasal dari tumbuh –
tumbuhan, misalnya; Nila (indigo) : warna biru,
kulit batang jeruk : warna kuning, ketapang :
warna coklat kehitaman, dan sebagainya. Zat
warna dari binatang, misalnya; lendir kerang :
warna merah, caro : merah tua, dan
sebagainya. Zat warna dari mineral, misalnya;
Fe : warna coklat, Mn : warna merah, Cr :
warna hitam, dan sebagainya.
·         Zat warna buatan
Suatu zat warna yang dibuat oleh manusia,
baik semi sintetik maupun full sintetik,
misalnya zat warna asam, basa, direct, naftol,
dan sebagainya.
Selain zat warna dapat digolongkan menurut
sumber diperolehnya yaitu zat warna alam dan
sintetik, Van Croft membaginya berdasarkan
pemakainnya, misalnya :
·         Zat warna subtantif yaitu Warna yang
langsung dapat mewarnai serat.
·         Zat warna reaktif yaitu warna yang
memerlukan obat bantu pokok supaya dapat
mewarnai serat.
Hennek membagi zat warna menjadi dua bagian
menurut warna yang ditimbulkannya yaitu :
·         Zat warna monogenetik, apabila
memberikan hanya saru warna.
·         Zat warna Poligenetik, apabila
memberikan beberapa jenis warna.
Tetapi penggolongan yang umum adalah
berdasrkan konstitusinya yaitu “Color
Index” volume 3, atau berdasarkan bentuk
kimia zat warna. Penggolongan lain yang
penting pula terutama bagi pencelupan adalah
pembagian menurut cara pemakaiannya.
Zat warna juga diperoleh dari senyawa
anorganik dan dari mineral alam. Zat warna
yang diperoleh dari senyawa anorganik dan
dari mineral alam sering disebut
dengan pigment (tahun 1935 mulai dikenal
pigmen yang mempunyai kromofor). Beberapa
contoh warna pigment yang berasal dari
senyawa anorganik dan mineral alam adalah
sebagai berikut : Warna putih : Titanium
dioksida, Seng oksida, Seng sulfit, Timbal
sulfide. Warna merah : Besi oksida, Kadmium
merah, Timbal merah, Toners & lak. Warna
hitam : Graphite, Carbon black, Lengas lampu,
Magnetite black. Warna biru : Ultramine,
Cobalt biru, Besi biru, Tembaga Pthalocyanine.
Warna kuning : Seng kromat, Ferit kuning,
Kadmium liyhopone, Ocher. Warna metalik :
Aluminium, Debu seng, Serbuk Tembaga.
Sedangkan pigmen dari senyawa organik
misalnya ftalosianina, monoazo, diazo,
antrakuinon, tioindigo, dan sebagainya.

Sumber : https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2013/12/28/kimia-zat-warna/

Zat Warna pada Kimia

Warna dari zat-zat kimia adalah sifat fisika dari zat-zat kimia yang dalam banyak kasus berasal dari eksitasi elektron karena penyerapan energi yang dilakukan oleh zat kimia tersebut. Apa itu terlihat oleh mata bukan terserap oleh warna, tetapi warna komplementer dari penghapusan pajang gelombang yang terserap.
     Studi struktur kimia atas bantuan penyerapan dan pelepasan energi umumnya dikenal sebagai spektroskopi.
Teori
Semua atom dan molekul mampu menyerap
dan melepaskan energi dalam bentuk foton,
yang diiringi dengan perubahan keadaan
kuantum. Jumlah energi yang diserap adalah
perbedaan antara energi-energi dari dua
keadaan kuantum. Ada beberapa tipe
kuantum, termasuk, misalnya, keadaan rotasi
dan fibrasi dari suatu molekul. Namun
pelepasan energi tampak pada mata manusia,
secara umum disebut sebagai cahaya tampak,
spin panjang gelombang kira-kira 380 nm
sampai 760 nm, bergantung pada individu,
dan foton dalam jangkauan ini biasanya
seiring dengan perubahan keadaan kuantum
pada atom atau orbital molekul. Persepsi
cahaya diatur oleh tiga jenis reseptor warna
pada mata, yang sensitif terhadap jangkauan
berbeda dari panjang gelombang dalam pita
spektrum tertentu yang terdapat
di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna
putih). Identitas suatu warna ditentukan
panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai
contoh warna biru memiliki panjang gelombang
460 nanometer. Panjang gelombang warna
yang masih bisa ditangkap mata manusia atau
daerah tampak spektrum dari radiasi
elektromagnetik berkisar antara 380-780
nanometer.  Radiasi yang tersebar secara
merata akan tampak sebagai cahaya putih dan
yang akan terurai dalam warna – warna
spektrum bias dengan adanya penyaringan oleh
prisma atau kisi – kisi pelontaran (difraction
grating) yang dipersepsikan sebagai sinar
cosmik/foton (lembayung, indigo, biru, hijau,
kuning, jingga, merah).
Warna merupakan hasil dari suatu perangkat
kompleks (dari) respon faali maupun psikologis
terhadap panjang gelombang tampak, yang
jatuh pada retina (selaput jala) mata.
Penginderaan warna ditimbulkan oleh pelbagai
proses fisis. Hitam dianggap sebagai
ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna.
Sementara putih dianggap sebagai representasi
kehadiran seluruh gelombang warna dengan
proporsi seimbang. Jika panjang gelombang
dengan rentang ( range) sempit jatuh pada
retina akan diamati warna – warna
individu.Hubungan antara warna yang terserap
dengan warna tampak dijelaskan secara rinci
oleh Mohler yang dapat disimpulkan bahwa
tiap – tiap warna terletak pada daerah panjang
gelombang yang sempit, dimana pasangan dari
warna terserap dan warna tampak panjang
gelombang yang sama atau disebut warna
pelengkap/ komplementer atau warna
pengurangan/ subtraksi.
Hubungan antara penyerapan cahaya dengan
panjang gelombang dikemukakan dengan
menggabungkan hukum Lambert dan Hukum
Beer yang didukung oleh aturan Kubelka-Munk.
Berkebalikan dengan teori warna, di dalam
teori pigmen sensasi putih dianggap sebagai
absennya seluruh pigmen.
Teori Brewster pertama kali dikemukakan pada
tahun 1831. Teori ini menyederhanakan warna-
warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok
warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier,
dan warna netral. Kelompok warna ini sering
disusun dalam lingkaran warna brewster.
Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan
teori kontras warna (komplementer), split
komplementer, triad, dan tetrad.
Pada tahun 1876 Witt menyatakan bahwa
molekul zat warna merupakan gabungan dari
zat organik yang tidak jenuh, kromofor sebagai
pembawa warna dan auksokrom sebagai
pengikat antara warna dengan serat. Secara
lebih luas  zat warna tersusun dari hidrokarbon
tak jenuh, Chromogen, Auxocrome dan  zat
aditif ( migration, levelling, wetting agent, dsb) .
Zat organik tak jenuh umumnya berasal dari
senyawa aromatik dan derivatifnya (benzene,
toluene, xilena, naftalena, antrasena, dsb.),
Fenol dan derivatifnya (fenol, orto/meta/para
kresol, dsb.), senyawa mengandung nitrogen
(piridina, kinolina, korbazolum, dsb).
Chromogen adalah senyawa aromatik yang
berisi Chromopores (Yunani :chroma “warna ”;
phoros, “mengemban ”) yaitu gugus tak jenuh
yang dapat menjalani transisi p ® p dan n ® p
(teori eksitasi transisi elektron). Khromofor
merupakan zat pemberi warna yang berasal
daari radikal kimia, seperti ; Kelompok nitroso
: -NO, Kelompok nitro : -NO , Kelompok azo :
-N=N, Kelompok ethyline : >C=C<, Kelompok
carbonyl : >C=O, Kelompok carbon – nitrogen
: >C=NH dan –CH=N-, Kelompok belerang :
>C=S dan ->C-S-S-C<. Macam – macam zat
warna dapat diperoleh dari penggabungan
radikal kimia tersebut dengan senyawa kimia
lain. Sebagai contoh kuning jeruk (orange)
diperoleh dari radikal ethylene yang bergabung
dengan senyawa lain membentuk
Hydrokarbon  dimethyl fulvene.
Auxochrome, (Yunani ; auxanein ,
“meningkatkan”) yaitu gugus yang tidak dapat
menjalani transisi p ® p tetapi dapat menjalani
transisi elektron n. Auksokrom
merupakan gugus yang dapat meningkatkan
daya kerja khromofor sehingga optimal dalam
pengikatan. Auksokrom terdiri dari golongan
kation yaitu –NH , -NH Me, – N Me seperti –
NMe Cl , golongan anion yaitu SO3H-, -OH,
-COOH, seperti –O ; -SO ,
dsb. Auxochrome juga merupakan radikal yang
memudahkan terjadinya pelarutan: -COOH atau
–SO H. dapat juga berupa kelompok
pembentuk garam: – NH atau –OH.
Kebanyakan zat organik berwarna adalah
hibrida resonansi dari dua struktur atau lebih.
Penggolongan zar warna dapat dikatagorikan
bermacam – macam menurut parameter yang
dijadikan rujukan, sebagai contoh
penggolongan zat warna berdasarkan cara
diperolehnya, yaitu:
·         Zat warna alam
Zat warna yang berasal dari tumbuh –
tumbuhan, misalnya; Nila (indigo) : warna biru,
kulit batang jeruk : warna kuning, ketapang :
warna coklat kehitaman, dan sebagainya. Zat
warna dari binatang, misalnya; lendir kerang :
warna merah, caro : merah tua, dan
sebagainya. Zat warna dari mineral, misalnya;
Fe : warna coklat, Mn : warna merah, Cr :
warna hitam, dan sebagainya.
·         Zat warna buatan
Suatu zat warna yang dibuat oleh manusia,
baik semi sintetik maupun full sintetik,
misalnya zat warna asam, basa, direct, naftol,
dan sebagainya.
Selain zat warna dapat digolongkan menurut
sumber diperolehnya yaitu zat warna alam dan
sintetik, Van Croft membaginya berdasarkan
pemakainnya, misalnya :
·         Zat warna subtantif yaitu Warna yang
langsung dapat mewarnai serat.
·         Zat warna reaktif yaitu warna yang
memerlukan obat bantu pokok supaya dapat
mewarnai serat.
Hennek membagi zat warna menjadi dua bagian
menurut warna yang ditimbulkannya yaitu :
·         Zat warna monogenetik, apabila
memberikan hanya saru warna.
·         Zat warna Poligenetik, apabila
memberikan beberapa jenis warna.
Tetapi penggolongan yang umum adalah
berdasrkan konstitusinya yaitu “Color
Index” volume 3, atau berdasarkan bentuk
kimia zat warna. Penggolongan lain yang
penting pula terutama bagi pencelupan adalah
pembagian menurut cara pemakaiannya.
Zat warna juga diperoleh dari senyawa
anorganik dan dari mineral alam. Zat warna
yang diperoleh dari senyawa anorganik dan
dari mineral alam sering disebut
dengan pigment (tahun 1935 mulai dikenal
pigmen yang mempunyai kromofor). Beberapa
contoh warna pigment yang berasal dari
senyawa anorganik dan mineral alam adalah
sebagai berikut : Warna putih : Titanium
dioksida, Seng oksida, Seng sulfit, Timbal
sulfide. Warna merah : Besi oksida, Kadmium
merah, Timbal merah, Toners & lak. Warna
hitam : Graphite, Carbon black, Lengas lampu,
Magnetite black. Warna biru : Ultramine,
Cobalt biru, Besi biru, Tembaga Pthalocyanine.
Warna kuning : Seng kromat, Ferit kuning,
Kadmium liyhopone, Ocher. Warna metalik :
Aluminium, Debu seng, Serbuk Tembaga.
Sedangkan pigmen dari senyawa organik
misalnya ftalosianina, monoazo, diazo,
antrakuinon, tioindigo, dan sebagainya.

Sumber : https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2013/12/28/kimia-zat-warna/

Mengulas Bahaya Makanan Junk Food


J
unk food atau biasa dikenal dengan makanan cepat saji merupakan suatu produk makanan yang sudah umum dan telah mendunia di abad ini.  Istilah “Junk food” pada umumnya mengacu pada makanan yang dapat disajikan dengan cepat  serta makanan yang mengandung banyak kalori tetapi memiliki nilai gizi yang sedikit jumlahnya. Fast food mengandung banyak sekali kalori,lemak, protein hewani dan zat-zat kimia berbahaya yang tidak baik jika dikonsumsi berlebihan. Banyak jenis fast food hanya mengandung sedikit bahan sayur dan buah yang justru dibutuhkan oleh tubuh.
Makanan cepat saji atau dikenal dengan nama fast food atau junk food mengandung serat yang sangat rendah. Pada situs berita Health Days News di Amerika Serikat belum lama ini menyatakan tahun ini saja sudah ada 57.000 orang meninggal akibat kanker usus besar. Dan mayoritas (97 %) penderitanya adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun, hal ini diakibatkan oleh asupan makanan yang rendah serat seperti yang ada dalam fast food. Mereka yang mengalami kanker usus besar dan lainnya biasannya diakibatkan oleh konsumsi makanan cepat saji yang mengandung  lemak tinggi serta bahan kimia lainnya.
Selain itu, menurut riset terbaru makanan dengan kandungan lemak tinggi tetapi nilai gizi nol ini dapat merusak sel sel dalam otak yang mengandalikan berat badan dan memicu siklus obesitas. Temuan ini juga memberikan penjelasan mengapa orang yang kegemukan sulit sekali menurunkan berat badannya. Hampir semua makanan cepat saji adalah selalu dimasak dan mengalami proses yanga sangat lama sehingga mereka kehilangan enzim kehidupan yang diperlukan oleh tubuh untuk merasakan kepuasan yang sebenarnnya. Padahal makanan segar dan mentah memberikan tubuh bahan-bahan yang tidak terdapat pada makanan yang dimasak dan diproses (semua produk hewani merupakan produk makanan yang dibuat dengan proses yang sangat sangat panjang dan tidak efisien serta mencemari lingkungan).
Fast food serta makanan beku merupakan produk yang didalamnya mengandung zat adiktif. Setidaknya ada pengawet, pewarna, hingga pemberi rasa. Untuk menghindari penumpukan zat tersebut dalam tubuh sebaiknya menghindari konsumsi makanan ini dalam jumlah yang banyak . Atau jika memungkinkan lebih baik mengkonsumsi makanan dari bahan alami. Zat adiktif yang biasa terkandung dalam pegawet maupun pewarna makanan jika dikonsumsi secara terus menerus ternyata bisa mengakibatkan kerusakan hati baik sorosis hingga kanker hati. Celakanya, dampak yang bisa ditimbulkan zat berbahaya ini sifatnya jangka panjang dan akan menyerang manusia akibat rusaknya fungsi hati. Hati merupakan organ yang berguna menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh termasuk zat adiktif dalam pengawet makanan, pewarna, pemanis buatan maupun zat kimia lainnya. Jika jumlah racun tersebut semakin banyak dan bertumpuk secara otomatis akan mempengaruhi kinerja hati sehingga mengakibatkan kerusakan.
Untuk menghindari terjadinya kerusakan salah satu organ vital ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat. Setidaknya dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung berbagai zat adiktif. Produk lain yang cukup berbahaya bagi kinerja hati adalah minuman berakohol, minuman penambah energi serta bersoda dan jamu instant dijual dipasaran. Dibandingkan produk fast food bahaya yang diakibatkan aneka minuman ini jauh lebih besar. Dipasaran cukup banyak makanan yang mengandung zat berbahaya dan zat pemicu kanker atau karsinogenik.
 Yang jelas bahaya fast food yang telah dijabarkan oleh peneliti ilmiah dari beberapa ilmiah pakar serta pengamat nutrisi adalah sebagai berikut : 1 Sodium (Na) tidak boleh kebanyakan terdapat didalam tubuh kita. Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih dari 3300 mg. Inilah sama degan 1 3/5 sendok teh. Sodium yang banyak terdapat di fast food dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi juga akan berpengaruh munculnya gangguan ginjal, penyakit jantung dan stroke.
Tips Menghindari Junk Food
Nah berikut ini beberapa tips untuk menghindari junk food :
1.   Mengkonsumsi beras merah sebagai pengganti nasi putih, karena beras merah dipercaya mengandung lebih banyak serat yang selain dapat membuat perut kenyang, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh.
2.   Mengkonsumsi gandum / oat, karena gandum banyak memiliki kandungan serat, protein, asam lemak yang baik, bahan kimia tanaman, vitamin, dan mineral seperti tembaga, besi, seng dan magnesium yang membuat sarapan lebih sempurna.
3.   Mengkonsumsi buah-buahan serta menghindari jus kemasan, hal ini dikarenakan jus kemasan mengandung banyak pengawet dan bahan kimia yang membuatnya tidak sehat. Selain itu, untuk membuat tekstur jus sangat halus, semua bagian yang kaya serat akan dihilangkan selama pemrosesan. Jadi, ketika minum jus kemasan, itu berarti kita menambah asupan gula dalam tubuh. Sebaliknya, jus buah gantikan dengan buah-buahan segar utuh. Mereka akan meningkatkan asupan serat dengan manfaat tambahan vitamin.
4.   Mengkonsumsi sayuran berdaun seperti bayam, selada termasuk dalam makanan kaya serat yang tinggi akan membantu mengurangi kadar gula darah. Pastikan Anda menyertakan setidaknya satu porsi yang kaya akan protein, baik itu dal, kacang-kacangan, telur atau ikan ke dalam menu harian.
SUMBER

http://halosehat.com/makanan/makanan-berbahaya/bahaya-junk-food-bagi-kesehatan



Jumat, 29 April 2016

Peran Ilmu Kimia dalam Bidang KesehataN


peran ilmu kimia dalam kesehatan
peran ilmu kimia dalam kesehatan
Ilmu kimia tentu saja akan sangat erat kaitannya dengan bidang kesehatan. Pemahaman mengenai reaksi-reaksi kimia adalah hal yang wajib diketahui oleh para tenaga medis dan kesehatan. Tak hanya itu, penyelesaian masalah-masalah kesehatan memerlukan analisis reaksi kimia organik yang kompleks dan pembuatan obat-obatan kimia membutuhkan kemampuan sintesis senyawa aktif dalam obat tersebut.

Dua bidang kimia yang akan berkaitan sangat erat dengan bidang kesehatan dan medisinal ialah kimia organik dan biokimia

Peran Bidang Kimia Organik dalam Peningkatan Kesehatan 

peran kimia organik dalam bidang kesehatan
peran kimia organik dalam bidang kesehatan
Beberapa peranan penting penelitian dan pengembangan Kimia Organik dalam kesehatan diantaranya ialah:

  • Untuk mengubah desain dan sintesis dari molekul kecil dalam organisme sehingga dapat berinteraksi dengan protein pada gen. Penelitian dan pengetahuan mengenai hal ini sangat diperlukan dalam mendesain obat-obatan untuk beragam penyakit. 
  • Mengembangkan penelitian mengenai tingkat racun berbagai senyawa. Penelitian mengenai ini sangat penting karena dapat memberikan data akurat mengenai sifat racun suatu senyawa, sehingga tidak terekpos ke dalam tubuh organisme terutama manusia
  • Mendukung dalam penelitian klinis menggunakan teknik-teknik kimia.
  • Mendesain obat-obatan yang dapat bekerja lebih efektif dari sebelumnya merupakan hal yang dipelajari dalam biokimia. 
  • Mengembangkan obat yang lebih selektif dan tepat sasaran untuk menyembuhkan penyakit. 
  • Menentukan metode sintesis baru yang lebih efektif dalam mebuat obat-obatan maupun senyawa antikuman. 



Peran Bidang Biokimia dalam Kesehatan

peran biokimia dalam kesehatan
peran biokimia dalam kesehatan
Peranan penting penelitian biokimia dalam bidang kesehatan adalah:

  • Mengidentifikasi reaksi yang terjadi pada proses kehidupan sehingga mampu menganalisa terjadinya penyakit atau masalah yang terjadi pada proses tersebut.
  • Menganalisa perkembangan bakteri penyebab penyakit, mempelajari sifatnya dan cara pengendaliannya menggunakan bahan-bahan kimia
  • Menentukan cara baru dalam menanggulangi penyakit yang berkembang adalah hal yang dipelajari dalam bidang biokimia. 
  • Dalam bidang sanitasi, pengetahuan akan bahan-bahan kimia anti kuman merupakan hal yang penting dalam aplikasinya. 
  • Penggunaan kemoterapi dalam menanggulangi penyakit kanker.
  • Penggunaan enzim dalam menyelesaikan permasalahan dalam tubuh, dan penyembuhan penyakit. 
  • Test kadar gula darah menggunakan dasar uji keton dalam ilmu kimia untuk mengetahui jumlah glukosa yang terlarut dalam darah. Uji ini sangat penting sebagai analisa diabetes. 
  • Penyimpanan obat dalam farmasi menggunakan uji biokimia. Uji ini akan memberikan gambaran tentang cara penyimpanan obat-obatan yang aman sehingga strukturnya tidak berubah. Ini akan mempertahankan fungsinya sebagai obat. 
  • Uji biokimia lainnya digunakan pada obat-obatan untuk mengetahui masa kedaluarsa dari obat. 
  • Membuat metode kimia untuk menganalisa suatu penyakit dengan cepat. 
  • Membuat metode analisis penyakit yang akurat hinggal level molekular. 


Semua hal diatas memerlukan ilmu kimia. Jika bidang kesehatan didefinisikan sebagai gabungan antara bidang medisinal, sanitasi dan perawatan kesehatan, maka ilmu kimia berperan penting dalam kesemua aspek di bidang kesehatan. Ilmu kimia merupakan ilmu yang mampu menjembatani berbagai ilmu pengetahuan, sehingga belajar kimia akan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
http://www.mystupidtheory.com/2015/08/peranan-ilmu-kimia-bidang-kesehatan.html

Kamis, 28 April 2016

Bahan Kimia Rumah Tangga

Bahan Kimia Rumah Tangga
Pada waktu mandi, kamu menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia pembersih. Ketika baju seragammu kotor, kamu menggunakan bahan kimia untuk memutihkannya. Begitu juga parfum yang kamu gunakan untuk mengharumkan badanmu juga mengandung bahan kimia. Pada malam hari ketika mau tidur, kamu menggunakan obat nyamuk untuk mengusir nyamuk. Obat nyamuk juga menggunakan bahan kimia.
1. Pengelompokan Bahan Kimia Rumah Tangga
Bahan kimia rumah tangga dapat kita kelompokkan menjadi empat kelompok yaitu pembersih, pemutih, pewangi, dan pembasmi serangga.
a. Pembersih
Pembersih berfungsi untuk membersihkan berbagai benda di rumah tangga dari kotoran. Ada beberapa jenis bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pembersih. Misalnya, pembersih badan, pembersih rambut, pembersih motor dan mobil, pembersih piring, pembersih baju, serta pembersih lantai. Pembersih dikenal secara umum dengan detergen. Fungsi detergen adalah membantu melarutkan lemak atau minyak. Perlu kamu ketahui bahwa air dan minyak/lemak tidak dapat tercampur sehingga memerlukan suatu zat yang membantu melarutkan minyak dan lemak dalam air yaitu detergen.
Sabun yang kamu gunakan untuk mandi memiliki daya pembersih yang tidak sekuat detergen untuk mencuci piring.
b. Pemutih
Produk pemutih berfungsi untuk memutihkan pakaian putih yang terkena noda yang susah dibersihkan dengan pembersih biasa. Selain untuk memutihkan pakaian, ada pula produk pemutih yang berfungsi untuk memutihkan wajah atau tubuh.
c. Pewangi
Produk pewangi digunakan untuk mengharumkan ruangan atau tubuh. Produk pewangi ada yang berbentuk cair, seperti pengharum tubuh, ruangan, dan pakaian. Produk pewangi cair ini digunakan dengan cara menyemprotkannya ke bagian-bagian tubuh dan ruangan atau merendam pakaian dalam cairan pewangi. Selain yang berbentuk cair, ada juga yang berbentuk padat, seperti kapur barus. Cara menggunakan produk pewangi yang berwujud padat, yaitu dengan menyimpannya di ruangan terbuka. Aroma yang digunakan dalam pewangi biasanya aroma bunga atau buah.
d. Pembasmi Serangga
Produk pembasmi serangga atau insektisida digunakan untuk membunuh serangga yang merusak atau mengganggu manusia, seperti nyamuk, lalat, dan kecoa. Sebagian besar produk pembasmi serangga yang beredar di pasaran adalah untuk membasmi nyamuk. Produk ini biasa dikenal dengan sebutan ‘obat nyamuk’. Tahukah kamu produk-produk yang dapat digunakan untuk membasmi nyamuk atau serangga?
Produk pembasmi serangga ini ada yang berbentuk padat dan cair. Produk pembasmi serangga cair digunakan dengan cara menyemprotkannya ke seluruh ruangan yang banyak terdapat serangga. Ada juga produk pembasmi nyamuk berbentuk cair yang dipakai dengan cara dioleskan ke bagian-bagian tubuh, seperti tangan dan kaki. Produk pembasmi serangga yang berbentuk padat, cara menggunakannya ada yang dibakar dan ada juga yang menggunakan listrik.
Bahan pembasmi serangga tergolong zat beracun. Oleh karena itu kamu harus berhati-hati dalam penggunaan maupun penyimpanannya.

SUMBER : http://rajinbelajar.net/bahan-kimia-rumah-tangga

Perkembangan Ilmu Kimia dalam Perspektif Islam

Perkembangan Ilmu Kimia dalam Perspektif Islam
Ilmu kimia merupakan sumbangan penting yang telah diwariskan para kimiawan Muslim di abad keemasan bagi peradaban modern. Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar ilmu kimia modern diletakkan para kimiawan Muslim. Tak heran, bila dunia menabalkan kimiawan Muslim bernama Jabir Ibnu Hayyan sebagai 'Bapak Kimia Modern'."Para kimiawan Muslim adalah pendiri ilmu kimia," cetus Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Tanpa tedeng aling-aling, Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi ilmu kimia modern.
Menurut Durant, kimia merupakan ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh peradaban Islam. "Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar," ungkapnya.
Sedangkan, peradaban Islam, papar dia, telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, serta catatan atau dokumen yang begitu teliti. Tak hanya itu, sejarah mencatat bahwa peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang kimia.
Kimiawan Muslim telah mengubah teori-teori ilmu kimia menjadi sebuah industri yang penting bagi peradaban dunia. Dengan memanfaatkan ilmu kimia, Ilmuwan Islam di zaman kegemilangan telah berhasil menghasilkan sederet produk dan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya hingga kini.
Berkat revolusi sains yang digelorakan para kimiawan Muslim-lah, dunia mengenal berbagai industri serta zat dan senyawa kimia penting. Adalah fakta tak terbantahkan bahwa alkohol, nitrat, asam sulfur, nitrat silver, dan potasium--senyawa penting dalam kehidupan manusia modern--merupakan penemuan para kimiawan Muslim. Revolusi ilmu kimia yang dilakukan para kimiawan Muslim di abad kejayaan juga telah melahirkan teknik-teknik sublimasi, kristalisasi, dan distilasi. Dengan menguasai teknik-teknik itulah, peradaban Islam akhirnya mampu membidani kelahiran sederet industri penting bagi umat manusia, seperti industri farmasi, tekstil, perminyakan, kesehatan, makanan dan minuman, perhiasan, hingga militer.
 
Sumber:http://rizkariton.blogspot.co.id/2014/05/ilmu-kimia-dalam-pandangan-agama-islam.html

Rabu, 27 April 2016

Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi


Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi

JerukPurut Penghasil Minyak Atsiri



Jeruk purut adalah salah satu anggota suku jeruk-jerukan, Rutacea, dari jenis Citrus. Nama latinnya adalah Citrus hystrix. Buahnya tidak umum dimakan, karena tak enak rasanya. Banyak mengandung asam dan berbau wangi agak keras.  Tinggi pohonnya antara 2-12 meter. Batangnya agak kecil, bengkok atau bersudut dan bercabang rendah. Batang yang telah tua berbentuk bulat, berwarna hijau tua, polos atau berbintik-bintik. Daun jeruk purut berwarna hijau kekuningan dan berbau sedap. Bentuknya bulat dengan ujung tumpul dan bertangkai. Tangkai daun bersayap lebar, sehingga hampir menyerupai daun. Daun ini banyak dipakai untuk bumbu masakan. Buah jeruk purut lebih kecil dari kepalan tangan, bentuknya seperti buah pir, tetapi banyak tonjolan dan berbintil. Kulit buahnya tebal dan berwarna hijau. Buah yang matang benar berwarna sedikit kuning. Warna daging buahnya hijau kekuningan, rasanya sangat masam dan agak pahit.

Proses Penyulingan dan Ekstraksi Minyak Atsiri

Jika daun jeruk purut itu disuling, dihasilkan minyak atsiri yang dari tidak berwarna (bening) sampai kehijauan (tergantung cara ekstraksi), minyak atsiri berbau harum mirip bau daun (jeruk purut). Minyak atsiri hasil destilasi (penyulingan) menggunakan uap mengandung 57 jenis komponen kimia. Yang utama dan terpenting adalah sitronelal dengan jumlah 81, 49%, sitronelol 8,22%, linalol 3,69% dan geraniol 0,31%. Komponen lainnya ada dalam jumlah yang sedikit.

Ekstrasi yang dilakukan menggunakan pelarut meliputi persiapan bahan, mencampur, mengaduk dan memanaskan bahan dan pelarut serta memisahkan pelarut dari minyak atsiri. Metode ekstraksi yang digunakan antara lain destilasi uap, destilasi dengan cara Likens-Nickerson, maserasi dan perkolasi.

Pelarut yang banyak digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri adalah etanol, heksana, etilen diklorida, aseton, isopropanol dan metanol. Penyulingan atau destilasi uap dilakukan dengan cara menimbang daun jeruk purut sesuai dengan kapasitas tangki penyulingan, kemudian dirajang (dipotong kecil-kecil). Proses penyulingan minyak atsiri dilakukan selama 6 jam. Minyak atsiri yang diperoleh dipisahkan dari air dengan menggunakan labu pemisah minyak. Destilasi menggunakan alat yang sama dengan destilasi uap, hanya rajangan daun jeruk purut langsung dicampur dengan air dan dididihkan. Dalam destilasi uap, rajangan dipisahkan dari air mendidih oleh suatu kawat kasa, hingga hanya terkena uapnya. Proses penyulingan dan pemisahan minyak atsirinya juga sama.

Cara Likens-Nickerson (alatnya disebut ekstraktor Lickens-Nickerso) merupakan ekstraksi minyak atsiri dalam skala laboratorium. Rajangan daun jeruk purut dicampur dengan air suling, lalu diletakkan dalam labu erlenmeyer 1 liter. Pelarut ditempatkan dalam labu didih 50 ml (labu ini berhubungan dengan labu erlenmeyer melalui pipa gas dan kondensor). Kedua labu dipanaskan sampai mendidih hingga minyak atsiri tersuling secara simultan selama 3 jam. Pemisahan minyak atsiri dari pelarutnya dilakukan dengan penguapan pada tekanan rendah. Pada cara maserasi, daun jeruk purut yang telah dihancurkan direndam dalam tangki tertutup dan didiamkan beberapa hari. Selama itu dilakukan pengadukan beberapa kali supaya larutan minyak atsiri merata. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengepresan, hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan pengendapan atau penyaringan. Sedangkan perkolasi adalah melarutkan minyak atsiri dari hancuran daun jeruk purut dengan pelarut yang mengalir. Seperti halnya maserasi, daun dihancurkan lebih dulu supaya ekstraksi berlangsung lebih cepat. Hancuran jeruk purut itu kemudian dialiri dengan pelarut pada sebuah perkolator. Setelah proses dianggap selesai, cairan yang diperoleh dipisahkan minyak atsirinya dengan cara penyulingan.

http://artikelkimia.com/minyak-atsiri-dari-daun-jeruk-purut-proses-penyulingan-dan-ekstraksi.html

Selasa, 26 April 2016

SUPERATOM




Superatom “Mengubah Atom Non-Magnet
menjadi Atom Magnet”


Kebanyakan atom atau unsur memiliki kecenderungan untuk membentuk molekul senyawa dengan karakteristik yang berbeda dengan unsur penyusunnya maupun unsur lain yang ada di tabel periodik. Namun beberapa unsur ditemui dapat membentuk kelompok atom yang menyerupai unsur lain di tabel periodik dengan karakter magnetik yang tidak biasa.
Suatu tim dari Virginia Commonwealth University telah menemukan suatu jenis baru superatom. Superatom ini terdiri dari atom magnesium yang termagnetisasi, meskipun magnesium alami tidak memiliki aktivitas magnetisme. Tim ini melaporkan bahwa superatom ini terbentuk dari logam pusat besi (Fe) dan 8 atom magnesium (Mg) membentuk struktur yang stabil menyerupai ikosahedral. Klaster ini membentuk semacam magnet kecil dengan sumber magnet berasal dari logam besi dan magnesium yang termagnetisasi. Kombinasi ini sesuai dengan kekuatan magnet dari satu atom Fe dengan distrbusi elektron spin tertentu yang merata di seluruh bagian klaster. Hasil riset mereka telah dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences.
Riset yang didukung oleh U.S Department of Energy ini membuka peluang ditemukannya metode yang lebih efisien untuk mengubah atom yang tidak bersifat magnet menjadi magnet melalui pengaturan atom magnet tunggal. Meskipun terdapat lebih dari seratus unsur pada tabel periodik, hanya terdapat 9 unsur yang memiliiki karakter magnet pada keadaan padat. Kombinasi antara karakter magnet dan konduktivitas dari superatom ini juga menjadi keuntungan.Magnesium merupakan konduktror listrik yang baik sehingga superatom ini menggabungkan karakter magnet dan konduktivitas listrik pada kulit terluar.
Kestabilan superatom ini dipengaruhi oleh struktur elektronik dari masing-masing penyusunnya. Kelompok superatom dengan delapan atom magnesium menambah kestabilan karena orbital valensi elektron yang terisi penuh. Orbital valensi yang penuh ini lebih sulit dipisahkan dibandingkan dengan orbital yang kosong atau setengah terisi sehingga menjadi lebih stabil. Orbital valensi yang penuh ini ditemui pada golongan gas mulia.
Kombinasi antara karakter kemagnetan dan konduktivitas listrik dari superatom ini dapat digunakan untuk aplikasi perangkat “elektronik molekular”. Teknologi semacam ini dapat menciptakan perkembangan di dunia komputer kuantum dengan prosesor yang lebih cepat, penyimpanan data yang lebih besar, dan sistem pengolahan data yang lebih terintegrasi. Sehingga sekarang atom yang setatusnya non magnet bisa dijadikan menjadi atom yang magnet.

Penjelasan Al-Qur’an Tentang Besi Turun Dari Langit Terbukti Ilmiah

Al-Qur’an merupakan kitab yang di dalamnya mengkaji secara universal terhadap semua ilmu pengetahuan. Inillah alasan mengapa diakhir hayatnya Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan hadist. Tidak hanya pengetahuan yang dianggap memiliki peranan penting, terhadap benda yang mungkin tidak terpikir sebelumnya pun Allah SWT sudah menjelaskan dengan begitu nyata.

Seperti besi misalnya, perlu waktu bertahun-tahun para peneliti melakukan riset tentang benda yang memiliki banyak kegunaan ini. Para Astronom abad modern baru menemukan bahwa besi sebenarnya berasal dari langit. Padahal Allah SWT sejak kemunculan Al-Qur’an pada abad ke-7 lalu sudah menjelaskan hal tersebut. Allah SWT menjelaskannya secara jelas dalam Al Qur’an Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti ‘besi’.

 “…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al-Hadid, QS 57 : 25).

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Hal ini diperkuat dengan studi baru yang diterbitkan dalam Meteoritics & Planetary Science mengungkapkan bahwa besi berasal dari luar angkasa. Awalnya mereka melakukan penelitian untuk melihat meneliti kandungan besi pada artefak yang ada di Mesir. Pada penelitian tersebut tim peneliti Inggris menetapkan bahwa logam berat ini ternyata dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Setelah dikaji lebih lanjut tentang besi, ternyata sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat.

Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”.

Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan. Keajaiban dan keunikan besi bukan hanya sampai di situ saja. Secara alamiah unsur besi mempunyai 4 isotop, yaitu 54, 56, 57 dan 58. Yang stabil ada 3, yaitu 56, 57 dan 58. Dari ketiganya Isotop 57 adalah satu-satunya yang punya nuclear spin. Uniknya ini sesuai dengan urutan surat Al Hadid (besi) yang merupakan surat ke-57.

Sungguh Al Qur’an adalah petunjuk dan cahaya yang sangat terang. Maha Benar Allah SWT dengan segala firman-Nya

Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/02/penjelasan-al-quran-tentang-besi-turun.html

Senin, 25 April 2016

Sisi-sisi Menarik Kimia Dalam Kehidupan

Dunia kita adalah dunia kimia, kalimat itu mengandung makna pula bahwa semua fenomena dan aktivitas yang berlangsung di sekitar kita ini pasti ada kaitannya dan dapat dijelaskan dengan ilmu kimia. Coba kita perhatikan deh beberapa contoh berikut ini :
1.    Orang di desa yang pulang dari sawah biasanya kegerahan lalu mandi. Air yang digunakan untuk mandi ditaburi garam dapur, yang menurut mereka membuat lebih segar. Hal ini dapat dijelaskan dengan ilmu kimia, yaitu garam dapur yang dilarutkan dalam air akan terionisasi, ion-ion tersebut menyebabkan tegangan permukaan air menjadi besar, sehingga ketika digunakan mandi akan membantu membuka pori-pori kulit lebih lebar, akibatnya penguapan tubuh menjadi lebih cepat dan badan merasa lebih segar. 
2.   Orang yang sakit panas, untuk menurunkan panasnya dikompres dengan alkohol, hal ini karena untuk menguap alkohol memerlukan energi panas yang diambil di sekitarnya, yaitu diambil dari tubuh orang yang dikompres, sehingga suhu tubuh orang tersebut menjadi turun.
3.      Pada lumbung-lumbung padi biasanya orang menyimpan beras yang diletakkan di atas tumpukan arang (banyak dilakukan petani di Kalimantan). Hal ini karena arang bersifat menyerap air yang menjadikan beras tetap kering (tidak lembab) sehingga kutu beras tidak datang.
4.    Ketika orang di desa mengeringkan tepung biasanya diberi cabe merah, tujuannya agar tepung cepat kering. Mengapa demikian ? Oleh karena cabe mengandung zat kapsaisin yang memberi rasa pedas dan bersifat higroskopis, maka cabe membantu mempercepat keringnya tepung tersebut.
5.   Orang yang keracunan disuruh menelan telur (terutama putih telurnya), mengapa? Oleh karena zat putih telur adalah albumin, yaitu salah satu protein yang bersifat mengikat racun dengan cara menkoagulasi racun tersebut agar tidak menyebar ke seluruh tubuh. Kadang-kadang bisa juga menggunakan air kelapa muda (tidak harus kelapa hijau), karena air kelapa muda mengandung enzim yang bertugas membentuk daging kelapa. Enzim adalah salah satu bentuk protein yang bersifat sama dengan putih telur.
6.   Penjual jamu mencampurkan kuning telur pada jamunya, mengapa kuning telur? Zat aktif pada jamu larut pada pelarut organik, maka kuning telur yang digunakan sebab zat kuning telur mengandung kolesterol yang bersifat non polar / organik.
7.  Orang yang mengunyah nasi lama-lama berasa manis, karena adanya air ludah yang mengandung enzim ptialin yang mampu menghidrolisis karbohidrat menjadi molekul yang lebih sederhana diantaranya glukosa yang berasa manis.
           

            Masih banyak lagi sebenarnya fenomena yang terjadi di sekitar kita ini yang dapat dijelaskan secara ilmiah dengan ilmu kimia. Hanya saja terkadang kita tidak mampu atau tidak mau berusaha untuk mencari hubungan itu. Orang-orang jaman dahulu sebenarnya meninggalkan kebiasaan yang ilmiah, namun karena keterbatasan pengetahuan, kebiasaan tersebut hanya turun-temurun tanpa penjelasan. 

Referensi:
rasyid_idr. (2012, Desember 29). Sisi-sisi Menarik Kimia Dalam Kehidupan. Dipetik April 18, 2016, dari chemiSTation: http://educhemistation.blogspot.co.id/2012/12/sisi-sisi-menarik-kimia-dalam-kehidupan.html

Minggu, 24 April 2016

Alasan dibalik Rasululloh menyarankan kita untuk minum ketika bangun tidur



Kita sebagai umat muslim selalu ingin mengikuti sunah Rasululloh, akan tetapi terkadang sebagian orang slalu mempertanyakan alasan dibalik segala pekerjaan yang dilakukan beliau. Dan tidak jarang mereka mempertanyakan manfaat atas apa yg dilakukannya.
Tanpa kita sadari ternyata segala perbuatan yang dicontohkan Rasululloh terhadap kita slalu ada manfaat dibalik smua itu, padahal kebanyakan orang yang membuktikan kemanfaatan tersebut adalah nonmuslim, dan mereka slalu menjadikan sunah Rasululloh sebagai kebiasaan mereka, karena mereka telah mengakui manfaatnya, dan tidak sedikit orang muslim yang tidak menjalankan sunnahnya, karena ketidaktahuan manfaat dibalik semua itu.
Minum air putih setelah bangun tidur itulah salah satu rutinitas Rasululloh, sebagian orang mengira atau berpendapat bahwa hal tersebut tidak enak bila dilakukan dan malahan merasa sedikit jijik, karena disarankan ketika meminum air putih salah satu ketika meneguknya ada yang dikumurkan. Apalagi bagi orang yang tidak biasa melakukan hal tersebut, akan merasa aneh bila dilakukannya.
Banyak manfa’at ketika kita minum air putih setelah bangun tidur, dan disini saya akan menyebutkan beberapa manfaat tersebut, diantaranya :
1.      Membuat kita nayaman
Saat bangun tidur keadaan perut kita sedang kosong, dengan meminum air putih maka kita laksana menyiram racun yang ada di dalam pencernaan, hati, usu dan ginjal untuk mendorongnya keluar, sehingga kita dibuat nyaman.
2.      Mengurangi asam lambung
Perut adalah sumber utama asam klorida dalam tubuh, dan mensekresi sepanjang malam. Setelah proses itulah terkadang merasa mulas yang lebih pada pagi hari. Dengan meminum air putih setelah bangun tidur akan mengurangi tingkatan keasaman di perut.
3.      Membantu BAB rutin
Meminum air putih setelah bangun tidur akan membantu merangsang gerakan usus, karena tubuh tergantung pada kontraksi ritmik yang terjadi pada di usus untuk bersama memindahkan makanan. Dengan meminum air putih setelah bangun tidur, hal tersebut akan membuat air mengirim sinyal ke usus untuk bekerja dan meningkatkan kemungkinan untuk buang air besar.
4.      Kesehatan jantung
Aterosklerosis adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak yang menghambat aliran darah ke jantung. Dengan meminum air putih akan mencegah kelebihan asam urat dan juga menurunkan natrium serta akan menurunkan tekanan darah yang mana akan dikeluarkan melalui urin dan keringat.
5.      Mengontrol berat badan
Dengan minum air putih setelah bangun tidur akan menjadikan nafsu makan turun, dengan kata lain kita akan mudah tergoda untuk minum atau memakan makanan yang mempunyai kadar gula, kalori atau yang sejenisnya.  
6.      Dll seperti peningkatan energy dan metabolism tubuh, kesehatan gigi (karena ketika minum air putih enzim positif akibat proses malam ketika tidur akan diserap kembali oleh gigi atau tubuh, karena air putih itu kita kumurkan dan telan. lain lagi bila langsung gosok gigi, maka enzimnya akan terbuang), dan untuk pencegahan penyakit pula.