Sabtu, 09 April 2016

zat aditif dalam makanan yang tak mengundang bahaya



Bahan-bahan kimia biasanya digunakan dalam industri makanan. Bahan kimia tambahan di sebut zat aditif. Zat aditif adalah bahan kimia di campurkan kedalam makanan yang bertujuan unutuk meningkatkan kualitas makanan, menambahakan kelezatan makanan, mengawetkan makanan dan memperbaiki penampilan. Berdasarkan asalnya, bahan aditif pada makanan dibedakan menjadi 2, yaitu bahan alami dan buatan. dalam pembahasan ini akan mengulas bahan-bahan kimia yang bermanfaat tanpa mungundang bahaya yaitu bahan kimia alami.         
Bahan Pewarna Alami
            Pemberian warna pada makanan dapat meningkatkan penampilan makanan sehingga menggugah minat konsunen. Bahan pewarna alami yang sering digunakan antara lain sebagai berikut :
    -      Kunyit dan wortel untuk menghaliskan warna kuning
    -      Daun pandan dan daun suji untuk menghaliskan warna hijau
    -      Gula merah dan karamel (gula yang di sangrai) untuk menghasilkan warna coklat
    -      Cabai, tomat, paprika, bit dan suga untuk menghasilkan warna merah.

Bahan Pemanis Alami
Zat pemanis alami yang biasa digunakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

  -   Pemanis nutritif
            Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif berasal dari tanaman(sukrosa/gula tebu, gula bibit, xylitol dan fruktosa), dari mhewan, (laktosan dan madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, dan sorbitol).
            Kelebihan pemanis ini dapat mengakibatkan obersitas (kelebihan berat badan ) karna kandungan kalorinya yang tinggi.

  -   Pemanis non nutritif
            Pemanis non nutritif  adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis non nutritif  berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein (miralin,monellin, thaumatin ).

Bahan Pengawet Alami
            Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah garam, cuka dan gula bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu ada dalam kondisi baik. Metode pengawetan menggunakan garam dapur (Nacl) telah dilakukan masyarakat luas selama bertahun-tahun. Larutan garam yang masuk jaringan mampu menghambat pertumbuhan, aktifitas bakteri penyebab busuk, sehingga makanan tersebut menjadi lebih awet. Tentu saja prosedur pengawetan ini perlu mendapat perhatian karena konsumsi garam secara berlebihan dapat memicu penyakit darah tinggi. Cuka digunakan agar sayuran dapat bertahan lama. Gula digunakan dalam pembuatan kecap yang berfungsi sebagai bahan pengawet.
                Selain dengan penambahan bahan pengawet, untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan dengan pemanasan, pengeringan, pembekuan, pengalengan, dan iradiasi dengan sinar ultraviolet atau sinar gamma.

    Sumber referensi
Mutakin, A. J. (2015, oktober). Makalah Bahan Kimia dalam Bahan Makanan . Retrieved april sabtu, 2016, from http://jasapengetikancibinong.blogspot.co.id/2015/10/makalah-bahan-kimia-dalam-bahan-makanan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar