Rabu, 10 Februari 2016

KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


NAMA           : CAHYANTI

NIM                :1415105018

KELAS          : MTK A

SEMESTER  : 2

KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya dikembangkan dengan cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis, sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan atau kita lihat sehari-hari.

Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan berdasarkan bagan dibawah ini:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKgxm4nkUDphyZuKy1sqdaj8fhom4bEa6OCWGxIHsjaLIynMjWH9rQeNrrSFQvDLwFwBLUFsDDCTDQ0UbvRBaWElf3FqxXqYDgyJRVByI6Ic_GDMaG9ViriGkN-vzaa5su1UbLPrKm5Vk/s320/1.JPG

Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kelompok bahan kimia yang dimaksud, di antaranya adalah:

1. pembersih;

2. pemutih pakaian;

3. pewangi;

4. pestisida;

1.      Pembersih

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya sabun dan detergen.

Adapun jenis bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pembersih antara lain:

pembersih badan,

pembersih rambut,

pembersih motor dan mobil,

-  pembersih piring,

-  pembersih baju,

-  pembersih lantai 

Kita perlu hati-hati dalam memilih bahan pembersih, bahan tersebut jangan sampai menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis detergen sukar diuraikan oleh pengurai. Jika detergen ini bercampur dengan air tanah yang dijadikan sumber air minum manusia atau binatang ternak maka air tanah tersebut akan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya memilih detergen yang limbahnya dapat diuraikan oleh mikrorganisme (biodegradable). Pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian detergen yang tidak selektif atau tidak hati-hati adalah:

      - Menimbulkan limbah rumah tangga berupa busa.

      - Busa yang ditimbulkan sabun dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah, sedangkan busa yang dihasilkan dari detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah

Pencegahannya

Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

      - Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS yang rendah.

      - Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil sulfat (SDS).

      - Menyimpan sabun pada tempat yang benar sehingga jauh dari jangkauan anak.



2.      Pemutih

Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya dan digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanya menggunakan sabun atau detergen. Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium

hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.

- Bagaimana pemutih dapat menghilangkan kotoran yang membandel pada pakaian putih?

- Dalam bahan pemutih mengandung hipoklorit Ca(ClO2) yang biasanya dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO). Bahan pemutih akan mengoksidasi kotoran sehingga kotoran tersebut akan larut dalam air

Efek Samping Penggunaan Pemutih

      - Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna      pakaian.

- Senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

- Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf

Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk dari penggunaan pemutih, antara lain:

- Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri.

- Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.



Contoh beberapa bahan kimia dalam rumah tangga


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiArUTlA7-9BjA-vXmWNlrs42bZEG7uXRhMv4SnM8h66HBVXqSMlUYqEyX9__VNubH4cY9l0qzxJb-DYJA6Ez_WxV5XgCkFOyj_Kozfs2TFpEkjrucqFcs2CLIpgDlW5GaViNoqgCs3jA8/s1600/3.JPG

3.            Pewangi

Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alcohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat.

Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan dapat merusak lapisan ozon. Selain itu juga berdampak pada kesehatan manusia antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma.



4.            Pestisida

Bahan kimia jenis pestisida erat sekali dengan kehidupan para petani. Pestisida dipakai untuk memberantas hama tanaman sehingga tidak mengganggu hasil produksi pertanian. Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran

penggunaannya, yaitu:

a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat.

b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan.

c. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus.

d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus.

e. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan, dan eceng gondok.



          Efek Samping Penggunaan Produk Pembasmi Serangga

*      Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon stratosfer.

*       Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak.

*      Dapat merusakkan produk pertanian. Anti nyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi hama), sehingga obat antinyamuk juga mengandung racun.



Alternatif

1.      Tidak menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia yang seperti senyawa karbamat, fosfat, dan klorin.

2.      Penggunaan pestisida organic dan biopestisida (musuh alami).

3.      Pemanfaatn teknologi terkini.



ZAT ADITIF DALAM BAHAN MAKANAN

Beberapa bahan kimia yang ada pada makanan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi51c9akQisDQPGQd3jfWp9BedIm7cSV4wBs7PWY9r8jY2RvFuhUusMV1OP7XNmLe0cnbfexO3ET87A8cSVm0XgbMKUYK0UZTA3Ug1zAv2gs4F3Q3648cRlHDj3EnEvXWsu9ZwC8erkib8/s320/4.JPG

          Zat Aditif

Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambahkan kelezatan, dan mengawetkan makanan.

Fungsinya di antaranya

1.      Antioksidan dan antioksidan sinergis

2.      Pengasam, penetral

3.      Pemanis buatan

4.      Pemutih dan pematang

5.      Penambah gizi

6.      Pengawet

7.      Pengemulsi (pencampur)

8.      Pemantap dan pengental

9.      Pengeras

10.  Pewarna alami dan sintetis

11.  Penyedap rasa dan aroma, dan lainnya.



Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:

1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;

2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.

Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.

          
Bahan Penyedap Alami

Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain

*      santan kelapa,

*      susu sapi, dan

*      kacang-kacangan.

Bahan penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, antara lain

*      lengkuas, ketumbar,

*      cabai, kayu manis, dan pala



          Bahan Pemanis Alami

Zat pemanis alami yang biasa digunakan, dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

*       Pemanis nutritif

*       Pemanis nonnutritif



          Pemanis nutritif

*      Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori.

*      Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa/gula tebu, gula bit, xylitol dan fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol).

*      Kelebihan pemanis ini dapat mengakibatkan obesitas, karena kandungan kalorinya yang tinggi.

          Pemanis nonnutritif

          Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis nonnutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein.



          Bahan Pengawet Alami

Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah :

*        Garam,

*        Cuka

*        Gula

Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada dalam kondisi baik.


          Bahan Pewarna Alami

Pernahkah kamu makan nasi kuning? Dari mana asalnya warna kuning pada nasi kuning?

Bahan pewarna alami lain yang juga sering digunakan, antara lain seperti berikut:

*      Warna kuning itu berasal dari bumbu masakan yang disebut kunyit.

*      Daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau;

*      Gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna cokelat;

*      Cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah.



          Bahan Pewarna Buatan

Bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu

*      amarant (pewarna merah)

*      tartrazine (pewarna kuning)

*      erythrosine (pewarna merah)

*      fast green FCF (pewarna hijau)

*      sunset yellow (pewarna kuning)

*      brilliant blue (pewarna biru).

          Penggunaan Yang Berlebihan

*      Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak

*      Penggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.

*      Penggunaan Fast Green FCF secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.

*      penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggang, muntah-muntah, dan gangguan pencernaan.



          Bahan Pemanis Buatan

*      Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis.

*      Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi.

*      Contoh pemanis buatan antara lain sakarin, siklamat dan aspartam.

          Penggunaaanya

Aspartam banyak digunakan sebagai pemanis dalam permen dan berbagai jenis makanan olahan. Makanan olahan yang biasa menggunakan pemanis buatan antara lain

*          Sirop

*          Es mambo

*          Kue atau roti



          Bahan Pengawet Buatan

Menurutmu adakah makanan dalam kemasan tanpa menggunakan bahan pengawet?

          Pengertian

Bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.

          zat pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu

*      GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali.

*      ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen.

*      Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin-B.

          Beberapa bahan pengawet diperbolehkan untuk dipakai, namun kurang aman jika digunakan secara berlebihan.

*      Kalsium Benzoat

*      Sulfur Dioksida (SO2)

*      Kalium Nitrit

*      Kalsium Propionat/Natrium Propionat

*      Asam Sorbat

*      Natrium Metasulfat

          Adapun bahan-bahan pengawet yang tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan, antara lain sebagai berikut:

*      Natamysin (mual, muntah )

*      Kalium Asetat (rusaknya fungsi ginjal  )

*      Butil Hidroksi Anisol (BHA) (penyakit hati dan memicu kanker )



          Bahan Penyedap Buatan

Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua macam:

           zat penyedap aroma dan

          zat penyedap rasa.

          Zat Penyedap Aroma Buatan

Berasal dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat (aroma buah jeruk), iso amil asetat (aroma buah pisang), dan iso amil valerat (aroma buah apel).

          Zat penyedap rasa

Banyak digunakan adalah monosodium glutamate (MSG) atau lebih populer dengan nama vetsin dengan berbagai merek yang beredar di pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar