Rabu, 17 Februari 2016

HUJAN ASAM
Pengertian Hujan Asam
H
ujan asam menurut situs ensiklopedia Wikipedia adalah hujan yang memiliki kadar keasaman dibawah 5,6 (pH dibawah 5,6), perludiketahuibahwahujansecaraalamimemiliki pH 6 atau sedikit dibawahnya. Peristiwa hujan asam ini terjadinya dikarenakan zat belerang (sulfur) yang ada di atmosfer yang merupakan gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang ada dibumi. Hujan asam merupakan salah satu dampak pemanasan global yang terjadinya dibumi ini. Fenomena ini tentu sangat merugikan, karena hujan asam bisa menyebabkan kerusakan terhadap sarana dan prasarana (infrastruktur) yang ada dimuka bumi.
Perlu diketahui bersama bahwa hujan asam untuk pertama kalinya ditemukan pada 1852 oleh seseorang yang bernama Robert Angus Smith di Kota Manchester. Setelah berselang satu abad lamanya, tepatnya ditahun 1970-an, barulah ilmuwan banyak melakukan penelitian tentang hujan asam.Sejak tahun 1990-an orang mulai peduli dengan hujan asam yang menyebabkan kerusakan lingkungan. 
Penyebab dan Proses Terjadinya Hujan Asam

https://felixdeny.files.wordpress.com/2012/11/hujan-asam1.jpg
P
ada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran BBF, peleburan logam dan pembangkit listrik.Minyak bumi mengandung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksida simen jadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat.
Atmosfir dapat mengangkut berbagai zat pencemar ratusan kilometer jauhnya,  sebelum menjatuhkannya kepermukaan bumi dalam perjalanan jauh itu atmosfir bertindak sebagai reaktor kimia yang kompleks merubah zat pencemar setelah berinteraksi dengan substan silain, uap air dan energi matahari.Pada kondisi tertentu sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx) hasil pembakaran bahan bakar fosil akan bereksi dengan molekul-molekul uap air di atmosfir menjadi asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) yang selanjutnya turun kepermukaan bumi bersama air hujan yang dikenal hujan asam.   
Dampak Positif dan Negatif

D
ampak positif hujan asam sebenarnya dapat mencegah global warming, gas buang seperti SO2. Penyebab hujan asam mampu memantulkan sinar matahari keluar atmosfer bumi sehingga dapat mencegah kenaikan temperature bumi hanya saja dampak yang disebabkan oleh adanya hujan asam akan merusak lingkungan yang lebih parah dibandingkan dengan global warming.
Dampak negatif yang ditimbulkan akibat adanya hujan asam antara lain sebagai berikut:
·         Rusaknya sarana dan prasarana (infrastruktur) di bumi.
·         Menghambat perkembangbiakkan hewan-hewan laut.
·         Mematikan barbagai jenis ikan dan tumbuhan.
·         Menyebebkan kerusakan lingkungan.
·         Dapat menjadi racun bagi manusia.
·         Korosi.
DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar