Minggu, 14 Februari 2016

Boraks dan Makanan ???...

Nama IUPAC
Sodium tetraborate decahydrate
Rumus Molekul : Na2B4O7.10H2O or Na2[B4O5(OH)4] . 8H2O.
Boraks adalah canpuran garam mineral yang mempunyai konsentrasi tinggi yang sering dipakai dalam pembuatan beberapa makanan. Serbuk putih, tidak berbau, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol, dan mempuyai PH : 9,5. Dan dalam bentuk yang tidak murni, untuk di Indonesia sendiri borak sudah diproduksi sejak tahun 1997, dalam bentuk air bleng yang biasanya diperoleh dari ladang garam atau kawah lumpur (seperti di Bledug Kuwu, Jawa Tengah)
            Dalam dunia industri sendiri boraks banyak digunakan menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, anti septik kayu, keramik dan juga digunakan sebagai pengontrol kecoa.
            Boraks sendiri sebenarnya tidak aman digunakan untuk dikonsumsi sebagai makanan dalam dosis yang berlebihan, tetapi ironisnya banyak masyarakat yang kehilangan akal mereka dengan seenaknya menggunakan boraks dalam dosis yang berlebihan sebagai komponen dalam makanan tanpa memperdulikan keamanan bagi yang mengkonsumsinya. Batas aman/legal nya penggunaan boraks dalam makanan yaitu 1 gram/ 1 kg pangan.
Ciri-ciri makanan yang mengandung boraks:
            Sama seperti halnya bahan kimia lain, cukup sulit memang untuk menentukan apakah suatu makanan mengandung boraks atau tidak. Hanya dengan uji laboratorium, semuanya bisa terlihat jelas. Akan tetapi, penampakan luar tetap memang bisa kita cermati karena akan ada perbedaan yang bisa kita jadikan pegangan untuk menentukan apakah makanan tersebut aman dari boraks atau tidak. Untuk contohnya sebagai berikut:
1.      Mie basah : tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah puttus.
2.      Bakso : tekstur sangat kenyal, warnanya tidak kecokelatan seperti saat menggunakan daging, tapi lebih memiliki warna yang cemerlang keputihan.
3.      Lontong : rasa getir dan sangat gurih, serta beraroma sangat tajam.
4.      Kerupuk : teksturnya sangat lembut dan renyah, bisa menimbulkan rasa getir di lidah.
Bahaya boraks dalam kesehatan diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lendir.
Tanda dan gejala akut:
¨      Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
¨      Tanda dan gejala kronis
¨      Nafsu makan menurun
¨      Gangguan pencernaan
¨      Gangguan SSP : bingung dan bodoh
¨      Anemia, rambut rontok dan kanker.
Terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks akan menyebabkan gangguan pada otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah yang banyak, boraks dapat menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusapan pada ginjal, pingsan, bahkan yang lebih parahnya dapat menimbulkan kematian
Tips Memilih Makanan Bebas Boraks
Agar kita terhindar dari makanan yang mengandung zat-zat yang berbahaya, kita sebagai konsumen harus pintar-pintar dalam memilih makanan. Jangan sampai sembarangan dalam memilih atau membeli bahan makanan. Berikut adalah cara memilih makanan sehat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM):
  • Pilih bahan makanan mentah yang segar dengan warna yang cerah.
  • Untuk ikan dan hasil laut lainnya, pilih yang masih kenyal, sisik ikan masih utuh, tidak terkelupas, mata ikan masih menonjol. 
  • Untuk memilih daging sapi, pastikan jarak waktu antara penyembelihan dan penjualan tidak terlalu lama. Daging yang baik terlihat berwarna merah segar.
  • Untuk daging ayam, pilih yang berwarna putih segar, tidakada luka/kulit yang membiru
  • Pilih makanan yang tidak diawetkan. 
  • Kalaupun membeli makanan yang berwarna, baca jenis dan jumlah pewarna yang digunakan dalam produk tersebut.
  • Perhatikan label pada setiap kemasan produk. Pastikan di label tercantum izin dari Badan POM. Biasanya tertulis: POM disusul nomor izin pendaftaran. Untuk produk hasil industri rumah tangga, pastikan pula adanya tulisan P-IRT dan nomor izin pendaftaran.
  • Untuk produk makanan atau minuman yang tak dikemas secara khusus, sebaiknya pilih makanan/minuman yang warnanya tidak terlalu mencolok. Hindari makanan dengan warna merah, kuning, hijau yang terlihat ngejreng. Sebab tidak tertutup kemungkinan warna yang terlalu mencolok tersebut berasal dari bahan pewarna non food grade seperti pewarna tekstil yang berbahaya bagi kesehatan.
 karena manusia itu tidak luput dari yang namanya kesalahan. terimakasih dan semoga bermanfaat.

Sumber Referensi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar