Kamis, 25 Februari 2016

SENYAWA FLOURIDA



SENYAWA FLUORIDA DALAM PASTA GIGI

Email merupakan jaringan keras yang mengalami klasifikasi yang menutupi dentin dari mahkota gigi dan berasal dari jaringan ektodermal dan berfungsi sebagai menahan daya kunyah/abrasi yang terdiri dari zat anorganik lebih kurang 99% sebagai prismata dan zat organik lebih kurang 1% sebagai substantia pelekat dan juga terdiri dari senyawa hidroksiapatit, Ca(PO)OH. Senyawa ini sedikit larut dalam suasana asam karena mengalami reaksi sbb:
Ca(PO)OH(s) + 4H+ 5Ca² (aq) + 3 HPO4² (aq) + HO (l)
Suasana asam dapat terjadi karena pengaruh bakteri dalam mulut ketika menguraikan sisa-sisa makanan yang terselip di gigi. Hal ini akan menyebabkan terjadi demineralisasi email, dan email akan rusak. Kerusakan ini dapat dicegah dengan menyikat gigi secara teratur, terutama sehabis makan. Salah satu cara yang lain adalah menambahkan senyawa Fluorida (F)  ke dalam pasta gigi.
Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung flourida (F) dapat mengubah senyawa hidroksiapatit menjadi fluoroapatit.
Ca(PO)OH(s) + F(s) Ca(PO)F(s) + OH(aq)
Senyawa flouroapatit lebih sukar larut dalam suasana asam.
            Senyawa fluoride (F) adalah salah satu zat gizi mikro yang dibutuhkan oleh tubuh. Yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, bermanfaat untuk mencegah karies gigi dan berperan penting dalam pembentukan email gigi.
Fungsi fluoride
Secara klinis fluoride dipakai untuk melindungi email gigi dari kerusakan akibat asam dan mencegah gigi berlubang. Fluoride bisa mencegah pembusukan gigi dewasa dan memperkuat gigi yang masih tumbuh. Pada masa pertumbuhan gigi, fluoride dan kalsium membantu membentuk stuktur gigi. Fluoride membuat email gigi lebih kuat. Dokter gigi kadang memberikan resep fluoride agar gigi lebih sehat, terutama bagi anak-anak. Mineral tersebut turut membantu prosese remineralisasi pada tulang. Ini adalah pemulihan mineral akibat berkurang kadarnya akibat penggunaan atau pelepasan mineral tertentu pada tulang.
Dari hasil kajian terhadap 74 penelitian yang melibatkan lebih dari 42.000 anak di bawah usia 16 tahun dinyatakan bahwa anak-anak yang menggosok gigi menggunakan pasta gigi berfluoride kemungkinan gigi berlubang 24% dibanding dengan yang menggunakan pasta gigi tidak berfluoride.
Terkait dengan tulang, fluoride juga membantu mencegah hilangnya mineral. Tulang pun menjadi sehat. Oleh sebab itu, fluoride turut melindungi tulang dari pengeroposan atau osteoporosis.
            Sumber senyawa fluoride
 Senyawa fluoride selain terkandung dalam pasta gigi ternyata juga terkandung pada air minum.  Terutama yang sumber airnya dari sumur dangkal atau sumur pompa tangan. Selain itu senyawa fluoride juga terdapat pada air minum yang diflorinasi, makanan-makanan formula untuk bayi, sereal, jus buah, minuman bersoda, teh, minuman anggur dan bir, ikan dan makanan laut, bahkan dari peralatan masak yang berlapis teflon, garam berfluoride dan rokok.
            Fluoride dalam pasta gigi diatur
Negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia kecuali Thailand telah menetapkan bahwa jumlah senyawa fluoride yang boleh terkandung dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,15% atau 1500 ppm dihitung dari kadar total F (fluor). Thailand menetapkan kadar fluoride dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,11% (1100 ppm) disebabkan karena kandungan fluoride pada air minum di Thailand sudah cukup tinggi, sedangkan untuk pasta gigi anak-anak kandungan fluoridenya harus kurang dari 0,1% (1000 ppm).
Selain itu menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. HK. 00.05.42.1018 tahun 2008 tentang Bahahn Kosmetik, selain kadar yang dibatasi ada penandaan-penandaan yang harus dicantumkan pada kemasan pasta gigi berfluoride, yaitu:
§  Mengandung senyawa fluoride (misalnya: sodium fluoride)
§  Untuk pasta gigi yang mengandung 0,1-0,15% fluoride, kecuali sudah ada penandaan kontra indikasi untuk anak-anak (misalnya: hanya digunakan untuk dewasa), maka wajib mencantumkan:
“Anak-anak usia dibawah 6 tahun: gunakan seukuran biji kacang polong (diameter 6 mm) untuk penyikatan gigi yang diawasi untuk memperkecil kemungkinan tertelan. Dalam hal asupan fluoride dari sumber lainnya konsultasikan dengan dokter gigi”.
            Dampak buruk kelebihan senyawa fluoride
Selain kegunaan yang telah dijelaskan ternyata penggunaan dan pemasukkan senyawa fluoride yang berlebihan ke dalam tubuh juga mempunyai risiko buruk, yaitu diantaranya fluorisis gigi. Fluorisis gigi menyebabkan gigi menjadi keras dan mudah pecah (cracking). Bentuk fluorisis yang paling ringan adalah adanya flek atau noda putih kecil-kecil yang tidak terlalu tampak, sdangkan pada kerusakan tingkat sedang dan parah akan menampakkan noda coklat atau hitam, berlubang dan retak pada gigi.
Fluorisis gigi terjadi karena seorang anak menerima terlalu banyak senyawa fluoride selama masa pembentukan gigi yaitu pada periode waktu 3 bulan sampai 8 tahun, sedangkan untuk anak berusia di atas 8 tahun sudah tidak ada  risiko seperti ini.
Saran
§  Memperhatikan konsentrasi bahan-bahan yang digunakan pada sediaan pasta gigi dengan lebih cermat, terutama bahan-bahan yang dapat menimbulkan efek negatif pada gigi dan mulut.
§  Gunakanlah pasta gigi yang memang mempunyai fungsi khusus dalam menjaga kesehatan gigi agar tidak terjadi kerusakan gigi.
§  Disarankan untuk menyikat gigi setiap hari, minimal 2 kali sehari yaitu pagi setelah makan dan malam sebelum tidur, tentunya dengan cara menyikat gigi yang benar.
§  Periksakan gigi anda minimal 1 kali dalam 6 bulan agar kesehatan dan kebrsihan mulut dan gigi tetap terjaga



#dirangkum dari berbagi sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar