Selasa, 23 Februari 2016

Pembuatan Larutan



PEMBUATAN LARUTAN

Syukri  (1999:351-352) menyatakan bahwa berdasarkan fasa  zat setelah tercampur,terdapat campuran yang homogen dan heterogen . campuran homogen merupakan campuran yang memiliki sifat dan komposisi yang sama antara satu bagian dengan bagian lainya .campuran heterogen lebih umum disebut larutan . sedangkan campuran hetrogen adalah dua campuran yang mengandung dua fasa atau lebih. Kebanyakan larutan memiliki komponen yang terbesar yang di sebut solvent pelarut yang memiliki jumlah sedikit disebut solute.

Catton  (1989:181-193) menyatakan bahwa sifat pelarut sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan suatu study,air merupakan pelarut yang sangat penting. Adapun sifat sifat pelarut yaitu :
1.       Daerah suhu pelarut dalam keadaan cair .
2.       Sebagai donor dan aseptor (asam basa lewis).
Pelarut bersifat cair kepada suhu STP . pelarut harus dalam keadaan murni, pemurnian pelarut dapat dilakukan dengan destilasi dari reduktor atau dengan melewatkanya dengan pelapis molekuler.air juga mudah larut dalam pelarut yang di papar di udara.


Mulyono  (2005:25-26) menyatakan bahwa pelaarut zat padat untuk menghasilkan larutan sering dilakukan dalam keseharian dengan cara sejumlah zat padat dituangkan dalam pelarut yang biasanya di ikuti dengan pengadukan. Pembuatan laruta dari zat padat sebagai pereaksi umum atau pereaksi khusus tidaklah sederhana .pereaksi itu bertujuan menghasilkan kuantitatif atau untuk tujuan lain.pembuatan larutan harus menggunakan /melakukan perencanaan (perhitungan) sesuai dengan kebutuhan atau sifat analisis yang di terapkan  (kualitatif dan kuantitatif) . hal ,langkah pembuatan larutan dan padatan serta tekhnik pelarutan yang perlu di perhatikan adalah :
a.       Sifat nalisis
b.      Kualitas larutan
c.       Kualitas zat padat
d.      Sifat zat padat dan
e.      Alat ukur (neraca)


Menurut saya , Pembuatan larutan adalah suatu cara mempelajari cara pembuatan larutan dari bahan cair atau padat dengan konsentrasi tertentu. Untuk menyatakan kepekaaan atau konsentrasi suatu larutan dapat di lakukan berbagai cara tergantung pada tujuan penggunaannya. Adapun satuan yang digunakan untuk menentukan kepekaan larutan adalah molaritas. Molaritas, persen berat, persen volume,atau sebagainya

Dalam dunia kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya sedikit didalam larutan disebut zat terkarut atau solut, sedangkan jumlahnya yang lebih banyak dari pada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Proses pencampuran  zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarut atau solvasi. Contoh larutan yang umum sering di jumpai adalah padatan yang di lakukan dalam cairan. Seperti garam atau gula yang dilarutkan dalam air. Gas dapat pula dilakukan dalm cairan. Setelah itu, airan dapat pula larut dalam cairan lain,dan gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloy dan mieral tertentu.

Dalam pembutan larutan, dapat diketahui reaksi reaksi apa saja yang terjadi jika zat terlarut dan zat pelarut saling bercampur membentuk larutan. Reaksi-reaksi yang muncul itu tidak hanya terjadi dalam labotarium namun juga bisa terjadi dialam kita. Sehingga percobaan ini juga sangat erat kaitannya dengan keterampilan dasar dalam bekerja di labotarium kimia.


Daftar pustaka
Syukri ,s.1999.kimia dasar 2.bandung:ITB Pess
Catton dan wilkinson.1989.kimia organik dasar.jakarta:UI press
Mulyono . 2005. Pembuatan larutan . jakarta : Bumi aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar