Siapa yang tidak butuh kertas? Semua orang pasti
membutuhkan kertas tapi apa itu kertas? Kertas adalah barang yang berwujud
lembaran- lembaran tipis dan dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari
pulp yang telah mengalami pengerjaan pengerigan, ditambah beberapa bahan
tambahan yang saling menempel dan saling menjalin,, serat yang digunakan
biasanya bberupa serat alam yang
mengandung selulosa dan hemiselulosa. Sedangkan pulp adalah hail pemiahan serat
dari bahan baku berserat (Kayu maupun nonkayu)
melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Pulp
terdiri dari serat- serat (selulosa dan hemiselulosa) sebagai bahan baku kertas.
Seperti yang telah kita ketahui
bahwa kertas diibuat dari kayu sebagai bahan bakunya, jika kayu digunakan terus
menerus bisa menyebabkan jumlah kayu di bumi semakin menipis. Sebagai
antisipasi agar jumlah kayu tetap stabil adalah dengan menggunakan bahan- bahan
sebagai bahan baku untuk membuat kertas.

CARA
MEMBUAT KERTAS DARI ECENG GONDOK DAN DAUN NANAS
Eceng gondok adalah salah atu jenis
tumbuhan air mengapung. Perkembangbiakan eceng gondok sangat tinggi dan sangat
cepat sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak
lingkungan perairan. Eceg gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air
kebadan air lainnya. Perkembangan tumbuhan air eceng gondok di perairan sangat
pesat. Sekilas tanaman eceng gondok tidak berguna.
Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, enceng gondok
adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai dan dapat menyebabkan sungai
menjadi tersumbat atau meluap karena enceng gondok terlalu banyak. Bagi
masyarakat yang tinggal di pinggiran danau, eceng gondok hanya dianggap sebagai
tanaman pengganggu yang menghalangi transportasi di danau tersebut dan
menyebabkan danau menjadi kotor. Kenyataan tersebut menyebabkan eceng gondok
dianggap sebagai tanaman penggangu, tetapi bila kita jeli mencari peluang,
tanaman eceng gondok akan sangat bermanfaat dan dapat memberikan peluang usaha
sebagai bahan dasar Kertas.
Begitu juga daun nanas yang
merupakan salah satu alternatif tanaman penghasil serat yang selama ini hanya
dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumber bahan pangan, sedangkan daun nanas
sendiri tidak dimanfaatkan sehingga menjadi limbah yang sebenarnya berpotensi. Di
Indonesia tanaman nanas sudah banyak dibudidayakan, terutama di pulau Jawa dan
Sumatera. Tanaman nanas akan dibongkar setelah dua atau tiga kali panen untuk
diganti dengan tanaman baru, oleh karena itu limbah daun nanas terus
berkesinambungan sehingga cukup potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan
untuk pembuat kertas yang dapat memberikan nilai tambah.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah Daun nanas,
Eceng gondok, air bersih, soda api (NaOH) dan Ca(ClO)2.
Alat-alat utama yang digunakan terdiri dari Drum kapasitas 20
Liter, Ember plastic, Blender, Gunting, Neraca digital, Mistar, Mikrometer
Skrup, Tearing Strength Test, Tensile Strength Test.
Cara Kerja
Pada percobaan awal dilakukan
pembuatan pulp daun nanas dan pulp eceng gondok, drum dengan kapasitas 20 liter
diisi air sebanyak 15 liter, ke dalamnya dilarutkan 225 gram NaOH (soda api).
Kemudian 1,5 kg tangkai eceng gondok kering dan daun nanas kering dimasukkan ke
dalam drum yang sudah berisi larutan soda api. Proses pulping/pemasakan
dilakukan pada suhu air mendidih selama 1,5 jam, setelah 1,5 jam akan didapat
eceng gondok atau daun nanas dalam bentuk bubur yang menyatu dengan air. Lalu
dicuci dan dilakukan proses Bleching. pembuatan pulp daun nanas dan
eceng gondok ini dilakukan secara terpisah, dan bubur kertas dikeringkan dengan
panas matahari.
Setelah pulp daun nanas dan eceng
gondok kering, maka dilakukan pencampuran, dengan komposisi perbandingan persen
berat pulp daun nanas dan pulp eceng gondok (100:0)%, (80:20)% (60:40)%
(40:60)% (20:80)% (0:100)%. Pulp eceng gondok dan daun nanas yang telah
dicampurkan direndam dengan air selama 24 jam, lalu diblender dan dicetak
dengan ukuran cetakan 30x15 cm. dan dikeringkan dengan matahari selama 1 jam.
2. Batang
Pisang Sebagai Bahan Dasar Kertas Daur Ulang
Batang pisang juga dapat di olah
menjadi kertas, yaitu setelah mengalami proses pengeringan dan pengolahan lebih
lanjut. Proses pembuatan kertas dari bahan batang pisang pertama – tama yang
harus dilakukan adalah, batang pisang tadi dipotong kecil- kecil dengan ukuran
berkisar 25 cm, lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah
batang pisang tadi kering proses berikutnya adalah dengan cara direbus sampai
menjadi lunak, namun pada saat proses perebusan sebaiknya di tambah dengan
formalin atau kostik soda maksudnya adalah di samping untuk mempercepat proses
pelunaan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang
pisang tadi, pada proses berikutnya batang pisang yang sudah lunak tadi
disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi baru kemudian di buat bubur (
pulp) dengan cara di blender. Baru kemudian dicetak menjadi lembaran – lembaran
kertas.
CARA
MEMBUAT KERTAS DARI KULIT SINGKONG
Kulit singkong yang suudah dicuci
kemudian diblender bersama lem. Lem ini fungsinya adalah sebagai perekat.
Setelah kulit singkong itu halus, bubur kulit singkong itu lalu dicetak diatas
kain yang telah dilengkapi screen dan rakel. Bubur yang sudah dicetak dikain
lalu dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah kering, barulah dicabut dari
kain dan kertas kulit singkongpun sudah dapat digunakan. Jika cuaca cerah,
pengolahan kertas menggunakan kulit singkong tersebut biasanya hanya
membuutuhkan waktu satu hingga dua jam saja. Cara yang sama juga dilakukan
untuk bahan baku limbah kertas. Kertas dari kulit singkong ini bisa dikatakan
sangat ramah lingkungan. Karena bahan baku utamanya adalah limbah. Untuk
mewarnai kertaspun, bisa menggunakan bahan alami. Seperti Kunyit untuk warna
kuning dan pandan untuk warna hijau. Kertas dari singkong ini disebut kertas
b-Kraft dan Fluting.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar