Senin, 28 Maret 2016

FITOKIMIA
Pengertian Fitokimia
       Fitokimia atau kadang disebut fitonutrien, dalam arti luas adalah segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan buah-buahan. Dalam penggunaan umum, fitokimia memiliki definisi yang lebih sempit. Fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tapi memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. Karenanya, zat-zat ini berbeda dengan apa yang di istilahkan sebagai nutrien dalam pengertian tradisional, yaitu bahwa mereka bukanlah suatu kebutuhan bagi metabolisme normal, dan ketiadaan zat-zat ini tidak akan mengakibatkan penyakit defisiensi, paling tidak, tidak dalam jangka waktu yang normal untuk defisiensi tersebut.
       Fitokimia adalah ilmu yang mempelajari berbagai senyawa organik yang  dibentuk dan disimpan oleh tumbuhan, yaitu tentang struktur kimia, biosintetis,  perubahan dan metabolisme, serta penyebaran secara alami dan fungsi biologis dari  senyawa organik. Fitokimia atau kadang disebut fitonutrien, dalam arti luas  adalah segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan buah-buahan.
       Fitokimia berasal dari kata phytochemical . Phyto berarti tumbuhan atau  tanaman dan chemical sama dengan zat kimia berarti zat kimia yang terdapat  pada tanaman. Senyawa fitokimia tidak termasuk kedalam zat gizi karena bukan berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral maupun air. Jadi apakah fitokimia itu? Setiap tumbuhan atau tanaman mengandung sejenis zat yang  disebut fito kimia, merupakan zat kimia alami yang terdapat di dalam tumbuhan  dan dapat memberikan rasa, aroma atau warna pada tumbuhan itu. Sampai saat  ini sudah sekitar 30.000 jenis fitokimia yang ditemukan dan sekitar 10.000 terkandung dalam makanan.

       Fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan  pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tapi memiliki  efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi  pencegahan penyakit. Karenanya, zat-zat ini berbeda dengan apa yang  diistilahkan sebagai nutrien dalam pengertian tradisional, yaitu bahwa mereka  bukanlah suatu kebutuhan bagi metabolisme normal, dan ketiadaan zat-zat ini  tidak akan mengakibatkan penyakit defisiensi, paling tidak, tidak dalam jangka  waktu yang normal untuk defisiensi tersebut.
       Pada tahun – tahun terakhir ini fitokimia atau kimia tumbuhan telah  berkembang menjadi suatu disiplin ilmu tersendiri, berada di antara kimia  organik bahan alam dan biokimia tumbuhan, serta berkaitan erat dengan  keduanya. Bidang perhatiaanya ialah aneka ragam senyawa organik yang dibentuk  dan ditimbun oleh tumbuhan yaitu mengenai struktur kimianya, biosintesisnya, perubahan serta metabolismenya.
Dari beberapa jenis fitokimia terdapat pada sayur-sayuran yang berwarna kuning, jingga pada wortel dan labu kuning, sayuran berwarna hijau misalnya brokoli serta buah-buahan berwarna merah dan kuning, jingga seperti pepaya, tomat, nanas, semangka, mangga dan lain-lain. Ada lagi yang terdapat dan ditemukan pada biji-bijian. Ada pula Fitokimia yang terdapat pada semua kacang-kacangan dan dedaunan.
Pigmen-pigmen yang memberi warna-warni pada buah-buahan dan sayuran, selain membangkitkan selera makan, juga fitokimia mempunyai efek yang bervariasi. Sekitar 2000 macam pigmen pada tumbuhan dan buah-buahan ada yang sudah dikenal dan diketahui, diantaranya adalah 450 jenis fitokimia karotenoid, 150 jenis fitokimia anthosian dan 80 jenis fitokimia flavonoid.
SUMBER :
http://bisakimia.com/2015/01/21/fungsi-fitokimia/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar