Kamis, 24 Maret 2016

BORAKS DAN FORMALIN PADA BAKSO



NAMA : SAIJAH
JURUSAN : T.MTK A / 2
”BORAKS DAN FORMALIN PADA BAKSO”
Tahu kah anda? Sekarang ini ada makanan yang tidak baik buat kita konsumsi. Kenapakah itu? Disebabkan karena dalam makanan tersebut mengandung bahan kimia salah satunya Boraks dan Formalin,kali ini saya akan membahas boraks dan formalin pada Baso, pasti para pecinta baso takut untuk makan baso, tapi tenang saja tidak semua pedagang baso menggunakan boraks dan formalin.
Boraks merupakan kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna dan mudah larut dalam air. Boraks merupakan garam Natrium Na2 B4O7 10H2O yang banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dengan campuran boraks.
Boraks sejak lama telah digunakan masyarakat untuk pembuatan gendar nasi, kerupuk gendar, atau kerupuk puli yang secara tradisional di Jawa disebut “Karak” atau “Lempeng”. Disamping itu boraks digunakan untuk industri makanan seperti dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, bakso bahkan dalam pembuatan kecap.
Mengkonsumsi boraks dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan testis. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan namun juga dapat diserap melalui kulit. Boraks yang terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan dikelurkan melalui air kemih dan tinja, serta sangat sedikit melalui keringat. Boraks bukan hanya menganggu enzim-enzim metabolisme tetapi juga menganggu alat reproduksi pria.
Boraks yang dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan.
  “Sedangkan formalin” adalah nama dagang formaldehida yang dilarutkan dalam air dengan kadar 36 – 40 %. Formalin biasa juga mengandung alkohol 10 –15 % yang berfungsi sebagai stabilator supaya formaldehidnya tidak mengalami polimerisasi.
Formaldehida pada makanan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia, dengan gejala : sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, depresi susunan syaraf dan gangguan peredaran darah. Injeksi formalin (suntikan) dengan dosis 100 gram dapat menyebabkan kematian dalam waktu 3 jam.
Formalin juga bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis. Kedua zat kimia ini sering salah dimanfaatkan oleh para penjual bakso untuk mendapatkan kentungan yang lebih.
Boraks dan formalin bila dikonsumsi manusia bisa menyebabkan gangguan pada susunan syaraf, gangguan pencernaan, konvulsi, depresi, rambut rontok dan yang paling berbahaya adalah bisa menyebabkan kanker.
Ups..... ternyata Boraks dan Formalin sangat Berbahaya yahhh.....? tapi jangan khawatir bagi pencinta Baso, pada Baso yang terdapat Boraks dan Formalin dapat dikenali yaitu sebagai berikut:
Ø  Bakso lebih kenyal.
Ø  Bakso menjadi lebih awet dan tahan lama meski disimpan hingga beberapa hari.
Ø  Memiliki warna putih pucat baik dari luar maupun bagian dalamnya.
Ø  Apabila digigit maka bakso kembali ke tekstur semula.
Ø  Ambillah bakso yang belum tercampur dengan kuah, ciumlah baunya. Bakso yang mengandung kedua zat tersebut memiliki bau yang yang tidak seperti bau daging pada umumnya.
Ø  Bakso yang mengandung ke2 zat berbahaya tersebut bila jatuh kelantai maka akan memantul tinggi seperti bola bekel.
Jadi berhati-hatilah ketika membeli bakso, pastikan membeli bakso dari warung makan yang sudah ber SH MUI atau dari pedagang yang bisa Anda percaya.
Sumber:
hcjoglosemar.wordpress.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar