Senin, 21 Maret 2016

MENJIJIKAN, ES BATU DI RESTORAN LEBIH KOTOR DARI AIR TOILET


Maynanty Nanda Utamy
1415105069
Tadris Matematika A / 2

Tahukah Kamu, Es Batu di Restoran Lebih Kotor dari Air Toilet


Siapa yg tidak suka pada minuman dingin? Rasa-rasanya jarang sekali ada yg tidak menyukainya. Selepas makan diwarung atau restoran cepat saji rasa-rasanya tak lagi komplit tanpa ada meminum suatu hal yang dingin ditambah es batu. Ditambah lagi bila matahari tengah bercahaya terik, minuman dingin plus es batu bakal begitu cocok sebagai rekan enjoy kita. Tetapi bersihkan es batu yang kita mengkonsumsi?
Hampir terlupakan bahaya bahan minuman yang kelihatannya putih bersih dan menyegarkan, yang biasa di campurkan dalam minuman, hampir dapat dipastikan penyegar minuman ini selalu disediakan di warung pinggir jalan sampai di Retoran siap saji. Penyegar minuman yang putih bersih ini adalah Es Batu. Apakah kita pernah berfikir. Bagaimana dan air apa Es Batu itu di produksi oleh pabriknya. Dan apa bahaya yang ditimbulkan bila kita campurkan ke minuman, lalu kita minum.

Pabrik Es Batu tak mungkin menggunakan bahan air masak. Juga tak mungkin menggunakan air mineral. Karena jika menggunakan dua bahan ini akan menambah biaya pengeluaran yang sangat tinggi. Sehingga tak kan imbang sama sekali dengan harga jualnya. Bahkan menggunakan Air PDAM pun juga masih tak impas. Lalu dari air apa Es Batu yang biasa kita minum di sembarang tempat tersebut.

Agar memperoleh keuntungan tinggi, maka pihak pabrik mengambil bahan dari air sungai. Bayangkan apa saja yang terkandung di air sungai. Kotoran manusia, kotoran hewan, sampah, bangkai dll. Bila pabrik jauh dari sungai, maka mereka mengambil bahan dari air sumur yang mereka gali di sekitar pabrik. Bayangkan. Bila sumur tersebut telah padat penduduk. Yang dikandung dalam air sumur tersebut, tak jauh beda dengan air sungai tadi.

Agar menjadi kelihatan putih bersih, maka, pihak pabrik menambahkan kapurit (pemutih). Lalu dimasukan kedalam peti pendingin. Jadilah balok-balok Es Batu yang putih bersih dan bening. Awalnya Es Batu ini hanya digunakan untuk mengawetkan bahan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan minuman botol pada kotak-kotak yang tidak memiliki sistem refrigerator. Sebenarnya untuk keperluan itulah ijinnya diperbolehkan oleh pemerintah, untuk mendirikan Pabrik Es Batu. Tetapi bukan untuk dikonsumsi langsung yang harus diawasi oleh badan POM (Indonesia), karena ijin nya bukan barang untuk dikonsumsi.


Faktor harga yang ditawarkan sangat murah sekali dan untuk mendapatkan keuntungan lebih lagi, pihak pabrik mulai memasarkan ke para penjajan makanan dan minuman dimanapun, mulai di pinggir-pinggir jalan hingga restoran. Yang membuat kita terasa segar di kerongkongan kering dibawah terik matahari yang panas ini, justru kita malah meminta minuman dengan Es Batu di mana kita makan atau minum.

Tahukan anda seperti apakah bahaya Es Batu ini?

Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Pada sebuah penelitian menemukan bukti bahwa 70% di dalam Es Batu yang disajikan di restoran siap saji lebih mempunyai banyak kuman dibandingkan air toilet. Jasmine Roberts, seorang anak perempuan yang baru berusia 12 tahun telah berhasil melakukan penelitian. Dengan penelitian tersebut Jasmine berhasil meraih penghargaan proyek sekolah menengah.

Ia membuktikan penelitian ini dengan mengambil sampel Es Batu dan Air Toilet yang diambil dari lima restoran fast food terbaik yang berada di wilayah Florida Selatan. Kemudian ia melakukan pengecekan bakteri dari sampel Es Batu dan air toilet itu di University of South Florida. Hasilnya begitu mengagetkan, ternyata es batu mengandung bakteri E.coli yang biasanya terdapat dari sisa air pembuangan yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis penyakit.

"Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam Es Batu. Jasmine membantu kita memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang bisa disebabkan oleh Es Batu ini," demikian kata Dr. David Katz kontributor masalah kesehatan ‘Good Morning Amerika’ seperti dilansir detikhot dari ABC News.

Menurut David serta Jasmine ada bakteri dalam es batu dikarenakan banyak aspek, mesin es yg tidak pernah dibikin bersih, banyak pegawai restoran cepat saji yang mengambil es dengan memakai tangan mengakibatkan bakteri gampang didapati di dalam es itu. Sedang air toilet dinilai lebih bersih lantaran air toilet datang dari supply air bersih daerah perkotaan.
Jasmine tertarik dengan proyek sekolah itu setelah dia membaca artikel tentang bakteri di air yang ada di pesawat dan memutuskan melakukan studi yang sama. Berkat penemuan itu Jasmine mendapat uang kadeudeuh $800.

Es Batu pada aneka minuman terbukti mengandung bakteri E-Coli jauh diatas batas normal (10.000 - 20.000 per 100 mL). Dengan kata lain. Es Batu ini mengandung bakteri hampir setara dengan kotoran manusia. Air Es Batu lebih kotor dari pada air toilet, karena mesin es batunya tidak bersih dan orang menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es. Sedangkan air toilet dinilai lebih bersih karena berasal dari sumber air yang telah melalui proses penyaringan.

Mengenal Bakteri  E. Coli

Salah satu jenis bakteri yang cukup familiar yang dapat hidup di tubuh manusia adalah E.coli. Bakteri E.coli merupakan salah satu bakteri yang dapat ditemukan di saluran pencernaan manusia dan itu suatu hal yang normal. Namun tidak semua strain E.coli yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Ada beberapa jenis tertentu yang mampu menghasilkan racun sehingga menyebabkan infeksi serius pada manusia.

Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri yang hidup di dalam usus manusia. Keberadaannya di luar tubuh manusia menjadi indikator sanitasi makanan dan minuman, apakah pernah tercemar oleh kotoran manusia atau tidak. Keberadaan E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya bibit penyakit (patogen) pada pangan.

Beberapa fakta menarik tentang bakteri E. coli yang patut kamu ketahui :
  1. Manusia terinfeksi E.coli melalui makanan atau air yang terkontaminasi : Masa inkubasi dari bakteri ini adalah sekitar 3-4 hari setelah mengkonsumsi makan yang tercemar bakteri E.coli. Gejala-gejala yang muncul akibat kontaminasi dapat berupa diare ringan dan demam. Namun bakteri ini juga bisa memicu penyakit yang lebih serius terutama pada balita dan orang lanjut usia meskipun kasus yang terjadi sangatlah sedikit.  Bahkan, bakteri tersebut dapat mengembangkan sindrom uremik hemolitik yang menyebabkan gagal ginjal, perdarahan dan masalah neurologis lainnya. Adapun tingkat kematian adalah sekitar 3-5% dalam kasus tersebut.
  2. Penularan E.coli : Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan makanan atau air yang terkontaminasi dengan E.coli. Bakteri ini juga bisa menular melalui manusia ke manusia jika terdapat interaksi yang cukup dekat. Misalnya, berada di tempat seperti penampungan, pusat penitipan anak dan perkampungan kumuh.
  3. Banyak makanan telah diidentifikasi sebagai penyebab wabah E.coli : Susu segar, keju, olahan daging sapi, produk sayuran yang segar seperti bayam, kubis dan selada, apel diduga menjadi salah satu penyebab penyebaran bakteri E.coli. Baru-baru ini, telah ditemukan sebuah wabah infeksi E.coli yang terkait dengan walnut. Sejauh ini, penemuan tersebut masih diteliti oleh para ahli.
  4. Diare akut yang disebabkan infeksi E.coli biasanya sembuh dengan cepat : Adapun gejala-gejala yang disebabkan infeksi bakteri ini biasanya berupa gangguan pencernaan akut, demam dan kadang-kadang muntah. Jika infeksi tersebut tergolong ringan, seseorang tersebut dapat sembuh dalam waktu lima sampai tujuh hari. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik umumnya mampu untuk mengatasi masalah tersebut.
Beberapa contoh dari wabah E.coli 

Pada bulan September 2006 lalu, ada peringatan luas kepada masyarakat untuk tidak makan atau membeli bayam mentah karena diduga terkontaminasi bakteri E.coli. Benar saja, wabah tersebut mengakibatkan 100 jenis penyakit serta menelan satu jiwa. Namun tidak ditemukan asal mula infeksi tersebut terjadi, apakah di lapangan atau selama pengolahan bayam. 

Pada tahun 2007, sejumlah produk daging sapi telah ditarik dari peredaran setelah ditemukan kasus wabah penyakit akibat bakteri E.coli. Sebuah restoran diidentifikasi sebagai sumber penyebaran wabah ini. 

Sedangkan pada tahun 2009, juga pernah terjadi wabah E.coli yang ditularkan melalui kue. Dan baru-baru ini yaitu pada bulan April dan Mei 2012, 14 orang dinyatakan terinfeksi bakteri ini di enam negara bagian AS.

Satu-satunya tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan adalah memastikan jika makanan dan minuman yang kita konsumsi dimasak dengan baik. Selain itu, peralatan yang digunakan juga higienis dan bersih. 

Sumber            :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar